Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia-Norwegia Perpanjang Kerja Sama Iklim dan Kehutanan hingga 2030
Rabu, 19 Februari 2025 17:19 WIB
Pemerintah Indonesia dan Norwegia sepakat untuk memperpanjang kerja sama di bidang iklim dan kehutanan hingga 2030. Kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen kedua negara dalam menangani perubahan iklim serta menjaga kelestarian lingkungan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan, kerja sama dengan Norwegia merupakan salah satu yang terbaik di sektor kehutanan. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
“Partnership dengan Norwegia adalah salah satu kerja sama paling baik di sektor kehutanan,” ujar Raja Juli.
Salah satu bentuk nyata kerja sama ini adalah pendanaan berbasis kontribusi (Result Based Contribution/RBC) yang telah disalurkan dalam empat tahap dengan total pendanaan mencapai 216 juta dolar AS atau sekitar Rp3,5 triliun. Pendanaan tahap keempat (RBC-4) telah diluncurkan pada Desember 2024.
Menurut Raja Juli, dana tersebut digunakan untuk menjaga kelestarian hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perhutanan sosial. Selain itu, pendanaan dari Norwegia juga berkontribusi terhadap Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan, yang kini memasuki periode kedua. Dana ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan, dengan pengajuan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Andreas menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama kedua negara yang telah berlangsung selama 75 tahun.
“Saya sangat bangga berada di sini hari ini bersama Menteri Raja Juli Antoni untuk mengumumkan perpanjangan kerja sama dan nota kesepahaman hingga 2030,” kata Andreas.
Ia menekankan bahwa perpanjangan MoU ini merupakan langkah penting dalam upaya perlindungan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Andreas juga mengapresiasi capaian kerja sama ini, termasuk penurunan deforestasi serta kontribusi pendanaan RBC dalam sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and Other Land Uses/FOLU).
Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Norwegia menargetkan pencapaian FOLU Net Sink 2030, yaitu kondisi di mana tingkat penyerapan emisi di sektor kehutanan lebih besar dibandingkan emisi yang dihasilkan.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya