Dark/Light Mode

Peringati Isra Mikraj, Ponpes Darunnajah Gelar Khataman Al-Quran Serentak Se-Indonesia Dalam Sehari

Senin, 27 Januari 2025 10:50 WIB

Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah, mengadakan acara peringatan Isra Mikraj dengan Khataman Al Quran yang diikuti seluruh santri Darunnajah se-Indonesia.

Kegiatan ini diawali dengan shalat subuh berjamaah yang berlangsung di masjid jami Darunnajah dan dilanjutkan dengan khataman Al-Quran serentak yang melibatkan puluhan ribu santri dari 22 cabang di seluruh Indonesia, Senin (27/1/2025).

K.H. Sofwan Manaf, Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah menyampaikan, Isra Mikraj mengingatkan akan kebesaran Allah SWT, keagungan Al-Qur'an, serta kewajiban-kewajiban umat Islam.

"Peristiwa ini menjadi momen untuk menyadarkan kita sebagai manusia, akan tanggung jawab terhadap sang pencipta, yaitu Allah SWT. Membaca Al-Qur'an dan melaksanakan berbagai ibadah lainnya merupakan bagian dari kewajiban tersebut. Isra' Mikraj adalah pengingat bagi umat Islam untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya," tuturnya.

Syarif Badru Zaman, salah satu santri mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti rangkaian acara tersebut.

"Alhamdulillah, para santri mencari keberkahan di bulan Rajab yang mulia ini, dengan mengharap keberkahan terus mengalir dari Allah," ujarnya.

Rangkaian peringatan Isra Mikraj ini dilanjutkan dengan Tabligh Akbar di halaman Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatam. 

K.H. Mustofa Hadi Chirzin dalam sambutannya mengajak para santri untuk meneladani keteguhan Nabi Muhammad SAW menghadapi ujian.

"Lebih dari 1400 tahun lalu, di tengah duka kehilangan Sayyidah Khadijah dan Abu Thalib, serta meningkatnya tekanan kaum Quraisy, Allah menganugerahkan perjalanan agung Isra Mikraj sebagai wujud kasih sayang-Nya," ucapnya.

Momentum spiritual ini semakin khidmat dengan pembacaan Sirah Nabawiyah dan Kitab Maulid Adh-Dhiyaullami yang dipimpin grup hadrah santri Darunnajah. Lantunan syair-syair pujian kepada Nabi menggema di seluruh area pesantren, menciptakan suasana yang syahdu dan menyentuh.

Ustadz Muhammad Ali Abdullah, yang merupakan Imam Masjid Al Muhajirin, Sidney, selaku pemateri, menyoroti relevansi Isra Mikraj dengan isu Palestina kontemporer.

"Perjalanan suci dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa membuktikan bahwa hubungan umat Islam dengan Palestina bukan sekadar politik, tapi bagian dari fondasi keimanan," jelasnya.

Berbagi pengalaman hidup di negeri minoritas Muslim, Ustadz Ali menegaskan pentingnya disiplin ibadah. "Di Australia, tanpa adzan yang menggema dan kelangkaan musala, Muslim harus lebih cermat merencanakan waktu shalat yang berubah seiring pergantian musim. Ini mengajarkan kita untuk menghargai kemudahan beribadah di Indonesia," paparnya.

Acara ditutup dengan pembacaan do'a yang dipimpin oleh Syaikh Syekh Mustafa Mosawek Ahmad Mahmoud, Mab'uts Al-Azhar Asy-Syarif Mesir. Sebelum do'a, beliau menyampaikan tausiah singkat yang menekankan lima poin penting kehidupan.

"Dunia ini hanyalah persinggahan menuju Jannah. Setiap kesulitan adalah kesempatan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujarnya seraya mengutip QS. Adh-Dhariyat ayat 56.

Beliau juga menekankan pentingnya mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hubungan dengan Al-Qur'an.

"Al-Qur'an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk dipahami dan diamalkan. Mereka yang konsisten membaca Al-Qur'an akan mendapatkan cahaya di dunia, alam kubur, dan hari kiamat," tambahnya.

Peringatan Isra Mikraj juga diwarnai dengan berbagai lomba yang diikuti oleh ratusan santri Darunnajah, seperti Pidato Bilingual, Cerita Islami, Cerdas Cermat Islam, Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Pondok Pesantren Darunnajah adalah pesantren modern yang terus berkembang di 22 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Tangerang, Banten, Bengkulu, Riau, Lampung, hingga Kalimantan. Dengan 64 satuan pendidikan dan lebih dari 30 ribu santri, Darunnajah terus berkomitmen menjadi pusat pendidikan berbasis keislaman yang berorientasi pada pembangunan generasi berkarakter kuat, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

 

Video: Istimewa

Editor: Hendrawan K Wijaya