Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam menangani permasalahan distribusi elpiji 3 kg dengan mengizinkan kembali pengecer untuk menjual gas bersubsidi tersebut. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Turman Simanjuntak, pengurus pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sekaligus pendiri Poros Tiga Daerah (Postidar).
Turman menilai kebijakan ini penting untuk memastikan pasokan elpiji 3 kg kembali lancar dan tersedia bagi masyarakat. Tindak lanjut dari kebijakan ini pun langsung dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pangkalan dan pengecer guna memastikan distribusi berjalan dengan baik.
"Regulasi dan tata kelola penjualan elpiji 3 kg harus dijalankan dengan baik serta tepat sasaran. Rakyat harus dipastikan mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama terkait elpiji 3 kg. Proses perubahan atau upgrade dari pengecer menjadi sub-pangkalan juga harus berjalan lancar tanpa menyulitkan," ujar Turman, Kamis (6/2/2025).
*Usulan Perbaikan Tata Kelola Elpiji 3 Kg*
Postidar mengusulkan beberapa langkah konkret agar distribusi elpiji 3 kg semakin efisien dan tepat sasaran:
1. Penguatan Regulasi dan Pengawasan
Pemerintah perlu memastikan bahwa elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan usaha mikro. Selain itu, pengawasan terhadap harga eceran tertinggi (HET) harus diperketat agar tidak ada permainan harga oleh oknum pengecer.
2. Peningkatan Efisiensi Distribusi
Dengan menambah titik distribusi resmi dan meningkatkan jumlah pangkalan resmi, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan elpiji dengan harga sesuai HET.
3. Pembentukan Badan Pengawas Distribusi
Pemerintah berencana membentuk badan pengawas distribusi elpiji 3 kg dengan melibatkan perwakilan kelompok masyarakat di berbagai daerah. Badan ini bertugas melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi, termasuk sidak ke agen dan pengecer untuk mencegah penimbunan serta penyalahgunaan. Sanksi tegas berupa denda atau pencabutan izin juga perlu diterapkan bagi agen atau pengecer yang menjual di atas HET atau melakukan penimbunan.
4. Penerapan Digitalisasi
Pemanfaatan teknologi seperti sistem pelaporan stok real-time dan pencatatan pembelian berbasis KTP atau kartu subsidi khusus dapat membantu memastikan distribusi lebih tepat sasaran.
"Dengan konsistensi dalam menjalankan langkah-langkah ini, kelangkaan elpiji 3 kg dapat dikurangi, dan subsidi dapat tersalurkan kepada yang benar-benar berhak," pungkas Turman.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya