Dark/Light Mode

Guru Besar SPs UMJ Paparkan Model Pembelajaran Kreatif Visual Art dalam Orasi Ilmiah

Kamis, 6 Februari 2025 18:30 WIB

Prof Happy Indira Dewi, Guru Besar Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ) dalam bidang Teknologi Pendidikan, memperkenalkan model pembelajaran kreatif untuk manusia berbakat dalam bidang visual art dalam orasi ilmiahnya.

Orasi ilmiah yang berjudul "Model Pembelajaran Kreatif untuk Manusia Berbakat dalam Bidang Visual Art untuk Menggapai Generasi Indonesia Emas 2045" disampaikan dalam acara Pengukuhan Guru Besar di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, pada Kamis, 6 Februari 2025.

 

*Model Pembelajaran Kreatif dalam Seni Visual*

Pembelajaran seni visual melalui pendekatan kreatif memberikan pengalaman eksplorasi imajinasi, pengembangan daya cipta, dan pemahaman estetika yang lebih mendalam. Model pembelajaran ini dirancang khusus bagi anak-anak berbakat (gifted) yang memiliki IQ di atas rata-rata, guna mengasah potensi dan kreativitas mereka dalam berkarya.

Industri kreatif saat ini memiliki 16 subsektor yang terus berkembang, di antaranya seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio, aplikasi permainan, desain interior, desain komunikasi visual, periklanan, musik, penerbitan, fotografi, desain produk, fesyen, film, animasi & video, kriya, kuliner, dan arsitektur. Dengan berkembangnya industri ini, model pembelajaran yang tepat akan berperan penting dalam mencetak generasi kreatif di masa depan.

"Manusia berbakat dalam bidang Visual Art dapat dikategorikan berdasarkan berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kecerdasan. Dalam konteks ini, manusia berbakat Visual Art adalah individu yang memiliki komitmen tinggi terhadap seni visual," ujar Prof. Happy.

 

*Metode Berpikir Kreatif "HAPPY"*

Model Pembelajaran Kreatif ini tidak berdiri sebagai sebuah konsep tunggal, melainkan mengadopsi Metode Berpikir Kreatif "HAPPY", yang diterapkan dalam setiap kegiatan seni visual. Metode ini bertujuan untuk memaksimalkan kreativitas dan menghasilkan karya seni yang inovatif.

Penelitian terhadap model ini telah dilakukan selama 10 tahun, melibatkan berbagai kelompok peserta didik, mulai dari anak-anak normal di tingkat Sekolah Dasar, mahasiswa Arsitektur, hingga anak-anak berbakat dengan IQ 128-146 di Cugenang Gifted School, Cianjur.

"Berimajinasi secara optimal, menghasilkan berbagai karya, dan mampu mengekspresikan ide-idenya melalui karya seni adalah tujuan utama dari model pembelajaran ini," tambahnya.

 

*Dukungan bagi Pendidikan Anak Berbakat*

Prof. Happy menekankan pentingnya dukungan bagi sekolah khusus untuk anak berbakat. Menurutnya, sekolah seni visual bagi anak berbakat perlu memiliki sistem yang berbeda dari sekolah umum, guna memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi mereka. Selain itu, ia berharap pemerintah dapat berperan aktif dalam menyediakan fasilitas yang menunjang perkembangan anak-anak berbakat ini, agar mereka dapat berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.

 

*Pengukuhan Guru Besar*

Prof. Dr. Happy Indira Dewi, S.T., M.T., dikukuhkan sebagai Guru Besar berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 141042/M/07/2024, terhitung sejak 1 Desember 2024.

 

*Acara ini turut dihadiri oleh:*

Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Ketua Badan Pengurus Harian UMJ)

Prof. Dr. Masyitoh Chusnan, M.Ag. (Ketua Senat UMJ)

Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. (Rektor UMJ)

Tri Munanto, S.E., M.Ak. (Ketua Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III)

 

Dengan model pembelajaran yang inovatif ini, diharapkan anak-anak berbakat di bidang seni visual dapat berkembang lebih optimal, sehingga mereka mampu berkontribusi dalam dunia seni dan industri kreatif, sekaligus menjadi bagian dari generasi unggul di masa depan.

 

Video: Universitas Muhammadiyah Jakarta

Editor: Hendrawan K W