BREAKING NEWS
 

Proposal Damai Untuk Rusia Dan Ukraina Bikin Heboh

Dahnil Anzar Simanjuntak: Menolak Atau Menerima Itu Tergantung Mereka

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 9 Juni 2023 07:18 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proposal perdamaian yang disodorkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tentang perang Rusia dan Ukraina, mengundang perdebatan. Heboh.

Tak hanya di luar negeri, gagasan yang ditawarkan Prabowo juga menuai pro dan kontra di dalam negeri.

Proposal ini disampaikan Prabowo saat menjadi panelis dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2023 di Singapura, Sabtu (3/6/2023).

Dalam penjelasannya, Prabowo mengusulkan Rusia dan Ukraina melakukan gencatan senjata. Tak hanya itu, ia mendo­rong Rusia dan Ukraina mundur sejauh 15 kilometer (Km) dari titik gencatan senjata.

Baca juga : TB Hasanuddin: Seharusnya, Presiden Atau Menlu Yang Menyampaikan

Ia juga meminta Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk pasukan perdamaian untuk ditempatkan di zona demiliterisasi.

“Kemudian, PBB menggelar referendum kepada masyarakat yang tinggal di wilayah demiliterisasi,” ucap Prabowo saat men­jadi panelis pada pembahasan “Resolving Regional Tensions” dalam forum IISS.

Rusia dan Ukraina memberikan respons. Menhan Ukraina, Oleksii Reznikov menyebut proposal perdamaian tersebut aneh. Sebab, solusi yang ditawarkan Prabowo justru seperti rencana Rusia, bukan Indonesia.

“Kami tidak membutuhkan mediator ini datang kepada kami dengan rencana aneh ini,” tandasnya, seperti diberitakan AFP. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko mengatakan, pihaknya terbuka tentang setiap proposal perdamaian yang diberikan.

Baca juga : Hasto Kritisi Proposal Damai Rusia-Ukraina Prabowo, Warganet Bilang Begini

Namun, dia mengaku belum mendapatkan proposal itu secara resmi, kendati telah mendengar poin-poinnya di media.

“Kami menyambut baik upaya semua negara yang ditujukan untuk penyelesaian konflik ini secara damai,” kata diplomat senior Rusia ini, kepada lembaga pemberitaan resmi Moskow, TASS.

Lantas, apakah proposal perdamaian dari Menhan Prabowo ini akan dilaksanakan? Atau justru akan diklarifikasi oleh Pemerintah Indonesia?

Berikut wawancara dengan Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengenai hal ini.

Baca juga : Hasto Ingatkan Prabowo, Menteri Harus Senapas Dengan Presiden

Apakah ada kelanjutan tentang proposal perdamaian ini?

Adsense

Perwakilan Rusia dan Ukraina sudah bertemu Pak Prabowo me­lalui duta besarnya masing-masing. Sudah berdiskusi panjang dengan Pak Menhan Prabowo.

Intinya, mereka sudah dijelaskan bahwa prinsip dasar Indonesia ingin mendorong mediasi perdamaian, sebagai amanat konstitusional kita, yang sebelumnya juga dilakukan Presiden Joko Widodo ketika mendatangi lang­sung kedua Presiden.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense