BREAKING NEWS
 

Proposal Damai Untuk Rusia Dan Ukraina Bikin Heboh

Dahnil Anzar Simanjuntak: Menolak Atau Menerima Itu Tergantung Mereka

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 9 Juni 2023 07:18 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Namun, mereka tidak sepenuh­nya menerima proposal perda­maian tersebut. Bagaimana itu?

Mereka menolak atau meneri­ma proposal perdamaian dari Pak Menhan, itu tergantung mereka. Kita telah berusaha menyampaikan komit­men kita untuk perdamaian.

Langkah Prabowo ini mendapat kritik anggota Komisi I DPR, misal­nya TB Hasanudin. Tanggapan Anda?

Pak Prabowo sudah sangat hati-hati, dan beliau paham sekali apa yang be­liau lakukan. Itu pararel dengan upaya Presiden untuk memediasi konflik kedua negara.

Baca juga : TB Hasanuddin: Seharusnya, Presiden Atau Menlu Yang Menyampaikan

Proposal dari Menhan juga dise­but tak sesuai konsep perdamaian Presiden Jokowi. Ada tanggapan?

Proposal Menhan Prabowo, substansinya tidak ada yang berbeda dengan Presiden atau Menlu. Sama.

Proposal perdamaian Prabowo ini melanjutkan upaya perdamaian yang sudah dilakukan Presiden ya

Betul. Segala upaya untuk perdamaian dunia, kita lakukan, termasuk me­nyampaikan berbagai bentuk proposal dialog dan perdamaian dunia.

Baca juga : Hasto Kritisi Proposal Damai Rusia-Ukraina Prabowo, Warganet Bilang Begini

Terlepas disetujui atau tidak, Menhan akan terus menyuarakan resolusi damai, bukan hanya untuk Rusia dan Ukraina yang sedang berkonflik. Tapi, juga untuk belahan dunia lainnya, termasuk potensi-potensi konflik dan perang yang bisa mengganggu perdamaian.

Apakah sudah ada pertemuan khusus Menhan dengan Presiden untuk membahas hal ini?

Pak Menhan Prabowo dan Pak Presiden Jokowi mengobrol ringan di Kuala Lumpur. Itu ketika Menhan mendampingi Presiden.

Apa poin penting yang ingin disampaikan Prabowo dalam proposal perdamaian itu?

Baca juga : Hasto Ingatkan Prabowo, Menteri Harus Senapas Dengan Presiden

Poin pentingnya adalah menghentikan perang dan mulai melakukan dialog per­damaian, serta mengajak semua negara melakukan ajakan serupa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense