Sebelumnya
Misalnya?
Dengan PKB bisa, dengan PAN bisa, dengan Gerindra bisa. Prinsipnya, Golkar bisa ke mana-mana. Makanya, mereka biasa saja.
Bisa membuat poros keempat dong..
Jika Partai Golkar mau, mereka bisa membuat poros keempat, berkoalisi dengan PAN. Istilahnya, koalisi Dji Sam Soe (dua, tiga dan empat) yang diungkapkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Baca juga : Dasco: Ya Nggak Bisa Lah Kita Nahan-Nahan...
Kalaupun enggan membangun koalisi baru, Ketum Golkar berpeluang menjadi Cawapres. Ini realistis bagi Ketum Golkar.
Airlangga jadi Cawapresnya siapa?
Airlangga berpeluang menjadi Cawapresnya Ganjar, Prabowo bahkan Anies Baswedan.
Dari tiga poros ini, Golkar lebih potensial ke mana?
Baca juga : Bicarakan Koalisi Besar, Perindo Kunjungi Markas Partai Golkar
Kalau kita lihat sejarahnya, saya memprediksi, PDIP lebih memilih tokoh NU atau garis organisasi NU sebagai Cawapresnya Ganjar. Sehingga, Airlangga lebih berpeluang jadi Cawapresnya Prabowo. Bisa juga jadi Cawapresnya Anies.
Golkar lentur ya?
Golkar memang lebih fleksibel membangun koalisi, baik dengan PDIP, Partai Gerindra maupun dengan bloknya NasDem.
Faktor apa yang membuat Golkar pede?
Baca juga : Pilpres 2024 Bisa Head To Head
Golkar itu partai besar, suaranya signifikan dan mempunyai pemilih tradisional yang cukup besar. Sehingga, tidak akan ditinggalkan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.