BREAKING NEWS
 

Di Pemilihan Gubernur Jakarta 2024, Tiket Untuk Anies Belum Jelas

Muhammad Kholid: Saat Ini, Masih Ada 2 Opsi Yang Tersedia

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 9 Agustus 2024 07:50 WIB
Muhammad Kholid, Jubir PKS. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nasib mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pemilihan Gubernur Jakarta, belum jelas. Partai-partai yang mendukungnya, tak kunjung resmi berkoalisi.

Ada tiga partai yang sudah deklarasi mengusung Anies; DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta dan DPP Partai NasDem.

DPP PKS mendeklarasikan duet Anies bersama kadernya, Sohibul Iman (25/6/2024). Namun, PKS kerap dikritik karena deklarasi itu. Rekan sekoalisinya pada Pilpres, PKB juga mengkritik, menganggap PKS mengunci pintu untuk berkoalisi.

Baca juga : Arini Soemardi: Faktanya, 3 Partai Sudah Menikmati Anies Effect

PKS bergeming, tetap berkeyakinan duet berjulukan AMAN itu, bisa berlayar pada Pilkada 2024. Dengan catatan, Anies mampu membantu PKS mencari rekan koalisi.

Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid mengatakan, hasil pemilihan legislatif (Pileg) menempatkan PKS sebagai pemenang di Jakarta. Sehingga, kata dia, DPP PKS memutuskan kadernya harus ikut dalam Pilkada Jakarta, sebagai Cagub atau Cawagub.

“Kami sangat berharap, Mas Anies sebagai kandidat, bisa memenuhi kekurangan 4 kursi,” ucap Kholid, Kamis (8/8/2024).

Baca juga : Pemerintah Cegah Kelaparan Terulang

Namun, jika tak kunjung ada rekan koalisi, bukan saja Anies, PKS juga terancam gagal berlayar. Padahal, PKS memiliki 18 kursi DPRD Jakarta. Hanya butuh 4 kursi lagi untuk bisa mengusung calonnya sendiri.

Rekan-rekan PKS saat berkoalisi pada Pilpres 2024, yakni Partai NasDem dan PKB pun diperkirakan akan gabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM). Sehingga, ada kemungkinan menyisakan PKS sebagai satu-satunya partai pendukung Anies.

Sedangkan salah seorang relawan pendukung Anies, Ketua Umum DPP Pejuang Anies Baswedan, Arini Soemardi masih yakin, Anies akan ikut Pilgub Jakarta. Namun, dia kecewa apabila PKS bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mengusung Cagub lain.

Baca juga : NasDem Senang Dikritik Ketimbang Dapat Pujian

“PKS harus mengakui bahwa mereka mendapatkan tambahan kursi saat mengusung Anies pada Pilpres. Begitu juga PKB dan NasDem,” ingatnya, Kamis (8/8/2024).

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara dengan Muhammad Kholid.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense