Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dua Gudang Logistik Dibangun Di Papua
Pemerintah Cegah Kelaparan Terulang
Jumat, 9 Agustus 2024 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah membangun dua gudang logistik di Papua Tengah. Tepatnya, di Distrik Sinak dan Distrik Agandugume.
Satu Gudang Logistik di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sudah diresmikan langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
Muhadjir mengatakan, gudang logistik ini difungsikan sebagai antisipasi ancaman krisis pangan yang mengakibatkan kelaparan di Papua Tengah seperti yang terjadi pada 2023.
Dia menilai, gudang logistik yang sudah selesai dibangun ini sudah sangat memadai. Gudang seluas 510 meter persegi itu akan digunakan sebagai tempat menyimpan cadangan pangan berupa beras dan umbi-umbian yang siap didistribusikan apabila dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah pembangunan gudang yang ada di Sinak sudah jadi. Sangat bagus. Saya tidak mengira bangunannya akan sebagus itu, mengingat begitu beratnya ya membangun itu,” kata Muhadjir saat peresmian Gudang Logistik di Distrik Sinak, Papua Tengah dikutip Kamis (8/8/2024).
Mantan Menteri Pendidikan Dan kebudayaan (Mendikbud) ini meminta masyarakat memaksimalkan perkebunan guna memenuhi kebutuhan pokok. Hasil panen yang berlebih bisa disimpan di gudang logistik dan digunakan saat terjadi krisis.
Baca juga : NasDem Senang Dikritik Ketimbang Dapat Pujian
Saat ini, pengelolaan gudang logistik masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ke depan, Pemerintah Daerah (Pemda) akan mengambil alih pengelolaan stok logistik tersebut.
“Nanti kalau mereka sudah bisa berproduksi, bisa dibeli oleh Pemda dan hasilnya ditampung di Gudang. Nanti bila diperlukan bisa dibagikan kepada masyarakat banyak,” bebernya.
Setelah dari Gudang Logistik Distrik Sinak, Muhadjir melanjutkan kunjungan ke Distrik Agandugume melihat pembangunan gudang logistik yang mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Gudang Logistik Distrik Agandugume seluas 300 meter persegi saat ini sudah mencapai 10 persen. Sebelumnya, pembangunan sempat terhambat karena faktor keamanan.
“Insya Allah di Distrik Agandugume pembangunan bisa lebih mudah dibandingkan di Sinak karena tanahnya datar. Material dari masyarakat, untuk batu pasir kelihatannya lebih mudah dibandingkan di Sinak karena tidak perlu naik turun, tapi cukup di sungai yang terdekat,” ungkapnya.
Baca juga : Supian-Chandra Laris Manis
Dia optimistis pembangunan di Agandugume bisa lebih cepat dengan melihat perkembangan keamanan di sekitar lokasi pembangunan gudang logistik.
Dengan kemajuan tahap pembangunan gudang logistik dan peningkatan keamanan, Muhadjir berharap pembangunan infrastruktur lainnya di bidang pendidikan dan kesehatan juga dapat berjalan lancar.
“Mudah-mudahan semua sudah aman, maka fasilitas pelayanan untuk masyarakat terutama dari sisi kesehatan dan pendidikan bisa berjalan,” harapnya.
Sementara, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Gudang Logistik Distrik Agandugume yang sedang dibangun ini nantinya akan difungsikan sebagai gudang pembantu dari gudang utama di Distrik Sinak.
Suharyanto memastikan, dipilihnya Distrik Agandugume didasari menyusul kekeringan dan kelaparan yang terjadi dampak gagal panen di wilayah ini. Diharapkan, gudang logistik ini memiliki kapasitas daya tampung hingga dua pekan.
“Kalau sudah jadi, kapasitasnya bisa menampung logistik sampai kurun waktu dua minggu, sehingga seandainya ada cuaca buruk kemudian tidak ada logistik yang bisa masuk, masyarakat bisa memanfaatkan stok pangan di gudang ini,” kata Suharyanto.
Baca juga : Layanan Kontrasepsi Bagi Remaja Yang Sudah Nikah
Dia meminta jika gudang logistik ini sudah rampung pembangunannya, dapat dijaga dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya di Distrik Agandugume dan tiga distrik di sekitarnya.
Dia berharap, masyarakat sekitar dapat dilibatkan dalam proses pembangunan sehingga bisa mendapatkan penghasilan dari pembangunan gudang ini.
“Karena beberapa waktu lalu memang Agandugume ini dikuasai kelompok bersenjata, tapi alhamdulillah satu bulan yang lalu sudah berhasil dikuasai oleh komando Mabes TNI,” ungkapnya.
Untuk diketahui, selain membantu proses pengerjaan bangunan, para personel TNI juga akan disiagakan untuk parameter keamanan di sekitar lokasi pembangunan gudang. Personel TNI tersebut berjumlah lebih kurang 135 orang.
Personel ini berada di bawah komando Mabes TNI Batalyon 751 Kodam 17/Cendrawasih. Sebagian besar dari mereka adalah para personel yang pertama kali membebaskan wilayah Agandugume dari pihak kelompok bersenjata beberapa waktu lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya