Sebelumnya
Apa penyebab partisipasi pemilih di Pilkada mengalami penurunan?
Salah satu alasan utama partisipasi rendah pada Pilkada, adalah kejenuhan masyarakat yang disebabkan oleh banyaknya pemilihan yang digelar dalam waktu berdekatan. Seperti, Pilpres dan Pilkada diselenggarakan dalam tahun yang sama.
Kenapa bisa berpengaruh?
Proses Pemilu yang panjang dan memakan banyak waktu, ditambah dengan frekuensi pemilihan yang semakin sering, dapat menurunkan antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi. Terlebih lagi jika mereka merasa tidak ada perubahan signifikan dari proses tersebut.
Baca juga : Pemerintah Mau Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Mangrove
Apa penyebab lain, sehingga ada kejenuhan untuk datang ke TPS?
Pemilih yang sudah kelelahan dengan Pemilu, yang memiliki proses kampanye panjang dan penuh polarisasi, sering kali merasa tidak termotivasi untuk memilih kepala daerah. Kejenuhan ini bukan hanya terkait dengan banyaknya pemilihan, tetapi juga dengan kelelahan mental dari kampanye yang intens dan polarisasi.
Apa saran Anda?
Memberikan jarak atau perbedaan tahun antara Pilpres dan Pilkada, dapat menjadi solusi untuk mengurangi kejenuhan masyarakat dan meningkatkan partisipasi. Dengan pemilihan yang lebih terpisah, pemilih akan memiliki waktu lebih banyak untuk fokus pada masing-masing pilihan, baik itu untuk legislatif, Presiden, maupun kepala daerah.
Baca juga : Karpet Kuning Disiapkan Untuk Jokowi & Gibran
Ini juga memberi kesempatan kepada masing-masing calon untuk lebih intensif berkampanye di tingkat daerah, tanpa perlu bersaing dengan calon presiden atau calon anggota legislatif.
Dampak lainnya?
Memberikan jarak antara pemilu serentak nasional dan pemilu serentak daerah juga dapat memberikan kuasa kepada masyarakat untuk menghukum partai yang kinerjanya kurang baik, setelah terpilih pada pemilu nasional dengan tidak memilih calon yang diusung oleh parpol tersebut pada Pilkada. Sehingga, ada alasan kuat bagi masyarakat untuk pergi ke TPS dengan semangat tersebut.
Bagaimana dengan tokoh atau calon dalam Pilkada yang dinilai tidak sesuai aspirasi masyarakat?
Baca juga : Pangkalpinang & Bangka Bakal Gelar Pilkada Ulang
Jika dalam pencalonan, masyarakat tidak diberikan pilihan yang sesuai dengan aspirasinya, maka masyarakat enggan berpartisipasi.
Masyarakat saat ini, saya kira hanya disodorkan paket politik atas hasil kompromi-kompromi elite politik. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 8 Desember 2024 dengan judul "Pemilih Jenuh Pilkada Dan Pilpres Digelar Berdekatan, Annisa Alfath: Kampanye Panjang Dan Penuh Polarisasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.