BREAKING NEWS
 

Pada Pilkada Serentak, KPU: Partisipasi Pemilih 71 Persen

Dede Yusuf : Angka Partisipasi Tergantung Calonnya

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 16 Desember 2024 07:40 WIB
Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi II DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Menurut KPU, partisipasi pemilih secara nasional, pada Pilkada Serentak 2024 sebesar 71 persen. Bagaimana pandangan Anda mengenai hal ini?

Sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak, saya keliling daerah untuk menanyakan kesiapan Pemerintah Daerah, KPU dan Bawaslu di daerah.

Rata-rata mengatakan, kesiapan sudah 100 persen, anggaran sudah 100 persen. Tetapi, kemampuan untuk mengajak masyarakat mengikuti Pilkada, sangat bergantung dari calon-calonnya.

Adsense

Maksud Anda?

Baca juga : Transformasi Teknologi Digenjot Di Level Publik

Misalnya ada daerah yang partisipasinya di bawah  60 persen, itu mungkin karena daya juang KPU itu.

Mungkin juga KPU sudah mensosialisasikan, tapi tidak bisa mengajak. Karena, ada calon yang disukai  masyarakat dan tingkat partisipasi di daerah itu cukup tinggi, mencapai 70 persen. Tetapi, ada juga calon-calon yang menurut masyarakat kurang menarik, ya angka partisipasinya kurang.

Apakah tingkat partisipasi pemilih hanya karena faktor calon?

Saya juga melihat ada faktor lain. Yakni, faktor kejenuhan. Pasalnya Pilkada Serentak dilakukan hampir bersamaan dengan Pemilu Legislatif dan Presiden (Pileg dan Pilpres). Energi yang begitu besar sudah keluar saat Pileg dan Pilpres.

Baca juga : Bocoran Romy Cuma Isapan Jempol Doang

Kita tahu, Pilkada itu juga berisi partai-partai peserta Pemilu. Banyak juga di antara mereka yang tidak berhasil saat Pileg, kemudian maju ke Pilkada. Artinya dari sisi kapasitas logistik, mungkin sudah habis-habisan pada Pemilu Legislatif. Sehingga, boleh dikatakan, pada Pilkada ini tidak semaksimal saat Pemilu Legislatif.

Selain itu?

Pelanggaran Pemilu, diduga masih terjadi. Terutama, mengenai pengarahan Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Desa, masih banyaknya money politics. Bahkan boleh dikatakan,  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah cukup kerepotan.

Adakah faktor lainnya?

Baca juga : Nggak Puas, Pilwalkot Bekasi Berakhir Di MK

Masalah tempat memilih.

Dulu per TPS ada 300 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun sekarang, ada 600 DPT sehingga ada yang berubah tempat memilihnya. Ada yang mengatakan, tidak tahu tempat memilihnya.

Ini harus kita perhatikan ke depannya tentang titik lokasi TPS. Agar jauh-jauh hari masyarakat bisa mengetahui. Kalau perlu, ada simulasi di TPS. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 16 Desember 2024 dengan judul "Pada Pilkada Serentak, KPU: Partisipasi Pemilih 71 Persen, Dede Yusuf : Angka Partisipasi Tergantung Calonnya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense