Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jawab Tantangan Masa Depan
Transformasi Teknologi Digenjot Di Level Publik
Senin, 16 Desember 2024 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Transformasi teknologi dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) diyakini mampu ikut menjawab tantangan masa depan bangsa Indonesia. Karena itu, transformasi teknologi di tengah masyarakat perlu terus dioptimalkan
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, peran teknologi digital sangat besar dalam kehidupan masyarakat modern.
Perkembangan teknologi yang diikuti dengan tingkat literasi publik akan mendorong masa depan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
“Teknologi digital dapat membantu mengurangi risiko konflik dan ketimpangan, sekaligus membuka peluang yang setara bagi semua, termasuk komunitas marjinal,” ujarnya dikutip keterangan pers, di Jakarta, Minggu (15/12/2024).
Eks anggota DPR ini menjelaskan, tujuan Pemerintah mengoptimalkan transformasi digital di level masyarakat agar teknologi juga ikut memberdayakan mereka.
Meutya menjelaskan, transformasi teknologi seperti AI tidak sekadar dimanfaatkan secara jangka pendek untuk pelayanan publik, tetapi juga untuk jangka panjang. Teknologi diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan global.
Baca juga : Bocoran Romy Cuma Isapan Jempol Doang
“Seperti kesenjangan digital, perubahan iklim, perjuangan kesetaraan dan konflik lintas batas,” terangnya.
Menkomdigi juga menegaskan, transformasi teknologi harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan.
Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi APEC yang menyebut, terobosan luar biasa dalam teknologi yang menuntut para pemimpin untuk lebih bijak, sabar dan akomodatif.
“Maka kita perlu memanfaatkan teknologi digital untuk kemajuan bangsa dan menyatukan masyarakat,” tutur Meutya.
Ia juga mengingatkan, pemanfaatan teknologi digital harus berlandaskan nilai etika, toleransi, dan kolaborasi. Sehingga, kehadiran teknologi bisa menjadi alat pemersatu.
Dia mencontohkan pemanfaatan teknologi AI yang dilakukan UNESCO untuk menganalisis pola konflik di berbagai wilayah, hingga pengambilan keputusan berbasis data serta Early Warning System konflik di wilayah Afrika dan Asia Selatan.
Baca juga : Nggak Puas, Pilwalkot Bekasi Berakhir Di MK
Meutya pun meminta dukungan konkret dari universitas-universitas di Indonesia agar aktif membumikan tentang teknologi AI pada publik.
Literasi yang baik, akan mempercepat adopsi dan pemanfaatan AI secara optimal di tengah masyarakat.
“Maka publik harus menyukai dan paham hingga siap untuk menerima AI yang perkembangannya sudah pesat,” ingatnya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menambahkan, program literasi digital yang sudah dijalankan Kemenkominfo di era Presiden Jokowi dapat ditingkatkan levelnya.
Yakni, mengenalkan lebih dalam tentang deep tech atau inovasi teknologi tinggi.
Peningkatan kurikulum program literasi digital tersebut diperlukan karena saat ini deep technology seperti AI sudah berkembang dengan pesat dan adopsinya masif di berbagai sektor.
Baca juga : KPAI Minta Pemerintah Perkuat Kebijakan KTR
“Kami berkomitmen untuk memberikan peningkatan kualitas dari program literasi digital,” tutur Nezar.
Sementara Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu menyoroti pentingnya transformasi teknologi AI untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia menggarisbawahi, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kebahagiaan masyarakat.
“Kemajuan tentunya harus yang membawa manfaat bagi semua, tanpa merusak tapi ikut memberdayakan terutama bagi mereka yang rentan,” pesan Mari Elka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya