RM.id Rakyat Merdeka - Petinggi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK) tengah mengkaji penempatan dana investasi di luar negeri. Tujuannya, demi mendapat hasil yang lebih menguntungkan dan menjanjikan.
Keinginan itu diungkapkan Direktur Utama BPJS TK, Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI, Senin, (28/10/2024). “Di dalam negeri pertumbuhannya sudah cukup baik, kita harus punya investasi ke luar negeri juga," ujar Anggoro.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Kalau Garansinya Aman, Why Not?
Untuk merealisasikan kebijakan itu, dia meminta dukungan Pemerintah dan DPR. Dukungan itu berupa regulasi yang memungkinkan lembaga publik dapat berinvestasi di luar negeri.
Jika regulasinya sudah ada, Anggoro mengatakan, akan menempatkan investasi di negara-negara yang sudah diseleksi ketat. Menurutnya, penempatan investasi dana sosial yang ditempatkan di lebih dari satu negara sudah menjadi hal lazim di negara-negara lainnya.
Baca juga : Pendidikan & Pangan Didorong Gunakan AI
Namun, keinginan petinggi BPJS TK ini menuai kontroversi. Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago tak mempermasalahkan jika BPJS TK menginvestasikan ke luar negeri. “Yang penting bertanggungjawab dan aman,” katanya.
Sementara Ketua Desk Jaminan Sosial Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Poempida Hidayatulloh mengatakan, kebijakan tersebut dianggap tidak nasionalis dan patriotik. “Negara lagi butuh investasi, malah BPJS TK mau investasi ke luar negeri,” tolaknya.
Baca juga : Perindo & Hanura Siap Berkolaborasi
Untuk melihat lebih jauh tanggapan Poempida Hidayatulloh terkait kebijakan BPJS TK yang mau investasi di luar negeri. Berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.