RM.id Rakyat Merdeka - Pagar laut yang membentang di Kabupaten Tangerang, Banten, menuai polemik. Masyarakat nelayan pun mengaku terganggu.
Mendengar keluhan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI Angkatan Laut (AL) membongkar pagar laut, yang panjangnya sekitar 30 kilometer itu.
Mendapat angin segar dari Prabowo, para nelayan di Pulau Cangkir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, juga mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera membongkar pagar bambu yang membentang di laut Tangerang ini. Nelayan merasa, keberadaan pagar bambu yang berdiri sejak sekira lima bulan lalu itu, sangat merugikan mereka dalam mencari nafkah.
Baca juga : TB Hasanuddin: Sisakan Sebagian Untuk Alat Bukti
Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), seperti dilansir Antara, sempat meminta pagar laut tidak langsung dibongkar, karena bisa dijadikan bukti untuk menyeret pemiliknya ke meja hukum. “Pencabutan kan tunggu dulu dong, kalau sudah tahu siapa yang menanam kan lebih mudah [penyidikan],” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Sakti menyatakan, seharusnya pagar laut dari bambu itu menjadi barang bukti kegiatan ilegal tersebut. "Saya dengar berita, ada pembongkaran oleh institusi Angkatan Laut. Saya tidak tahu, harusnya itu barang bukti setelah dari hukum sudah terdeteksi, terbukti, sudah diproses hukum, baru bisa [dicabut],” ucapnya.
Namun, akhirnya, pencabutan pagar Laut dilanjutkan pada Rabu (22/1/2025). Sakti pun hadir dalam acara pencabutan tersebut.
Pencabutan pagar laut pun menuai pro kontra. Anggota Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin sependapat dengan Menteri KKP agar pagar laut jangan dibongkar terlebih dahulu.
Namun, Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan menganggap, pencabutan atau pembongkaran pagar laut yang dilakukan TNI AL, masyarakat serta nelayan itu, sudah benar.
Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Johan Rosihan tentang pembongkaran pagar laut di Kabupaten Tangerang, Banten.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.