Sebelumnya
Seberapa besar dampak efisiensi anggaran terhadap sektor pariwisata, hotel dan restoran?
Sekarang ini posisinya bukan hanya memotong, tapi tak ada kegiatan. Kalau motong itu kan artinya dipotong 50 persen dari 100 persen, masih ada 50 persen. Nah, sekarang ini kosong. Boleh dibilang tidak ada kegiatan. Jadi, perhotelan sekarang benar-benar turun.
Apakah semua hotel seperti ini?
PHRI ada survei terkait ini. Hasilnya menunjukkan, bahwa 726 responden dari 30 provinsi, sebanyak 88 persen akan mengurangi karyawannya. Ya, karena tidak jalan hotelnya, otomatis akan melakukan PHK lagi. Karena, memang betul-betul tidak ada kegiatan.
Apa karena ini bulan Ramadan?
Baca juga : Menhub Minta Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem
Bukan sejak Ramadan saja, melainkan sejak Januari 2025. Sebelum Ramadan pun sudah tidak ada kegiatan.
Apa yang Anda usulkan agar industri pariwisata, hotel dan restoran bisa bangkit?
Kami usulkan kepada Pemerintah kalau memang potong 50 persen, ya sudah potong saja. Tapi, kegiatannya jalan dari sisa yang 50 persen itu. Kalau sekarang tidak jalan, tidak ada kegiatan di hotel.
Menurut Anda itu solusinya?
Pemerintah kan punya pengeluaran anggaran. Pemerintah kan punya belanja. Nah, belanjanya yang harusnya segera dijalankan. Karena, itu sangat signifikan bagi industri akomodasi. Kalau tidak jalan, tidak hanya sektor yang terkait dengan pariwisata, namun semua sektor akan terdampak operasionalnya.
Baca juga : Saan Yakin Jabar Jadi Lumbung Suara NasDem
Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay menilai, sepinya pengunjung karena ini Ramadan?
Harapan kami, mudah-mudahan setelah Lebaran ini, April mulai beraktivitas pemerintahnya. Karena kalau sudah mulai beraktivitas, dampaknya akan besar.
Anda melihat ada upaya Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah yang menahan pengeluarannya?
Memang menahan belanjanya, sehingga tidak jalan, tidak ada aktivitas. Sehingga, salah satunya sektor perhotelan tidak ada kegiatan. Kenyataannya begitu.
Tidak hanya yang terkait dengan Pemerintah pusat, kementerian, lembaga saja, tetapi juga pemerintah daerah juga ikut-ikutan. Padahal, pemerintah daerah tak ada kaitannya.
Baca juga : Polri Optimis Kepadatan Lalu Lintas Mudah Diurai
Biasanya sudah ada kegiatan pada awal tahun?
Biasanya ada aktivitas sosialisasi program. Terkait dengan seminar, macam-macamlah program Pemerintah.
Apakah sudah ada pembicaraan pengusaha pariwisata, hotel dan restoran untuk audiensi ke Pemerintah maupun DPR?
Kami sudah sampaikan ke DPR, ke Menteri Pariwisata. Surat kepada Presiden dan Menteri Keuangan juga sudah kami sampaikan semua. Kalau ini berlama-lama, nanti efeknya jadi lumayan besar. Karena, kami tidak tahan kalau memang tidak ada tamunya. Kalau tidak ada operasional yang masuk, pasti kami turunkan jumlah pekerjanya. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 26 Maret 2025 dengan judul "Sepi Kegiatan Pemerintah, Pengusaha Hotel Menjerit, Hariyadi Sukamdani: Perhotelan SekarangBenar-benar Turun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.