BREAKING NEWS
 

Sepi Kegiatan Pemerintah, Pengusaha Hotel Menjerit

Hariyadi Sukamdani: Perhotelan Sekarang Benar-benar Turun

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 26 Maret 2025 07:40 WIB
Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Seberapa besar dampak efisiensi anggaran terhadap sektor pari­wisata, hotel dan restoran?

Sekarang ini posisinya bukan hanya memotong, tapi tak ada kegiatan. Ka­lau motong itu kan artinya dipotong 50 persen dari 100 persen, masih ada 50 persen. Nah, sekarang ini kosong. Boleh dibilang tidak ada kegiatan. Jadi, perhotelan sekarang benar-benar turun.

Apakah semua hotel seperti ini?

PHRI ada survei terkait ini. Hasilnya menunjukkan, bahwa 726 responden dari 30 provinsi, sebanyak 88 persen akan mengurangi karyawannya. Ya, karena tidak jalan hotelnya, otomatis akan melakukan PHK lagi. Karena, memang betul-betul tidak ada kegiatan.

Adsense

Apa karena ini bulan Ramadan?

Baca juga : Menhub Minta Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem

Bukan sejak Ramadan saja, melain­kan sejak Januari 2025. Sebelum Ra­madan pun sudah tidak ada kegiatan.

Apa yang Anda usulkan agar in­dustri pariwisata, hotel dan restoran bisa bangkit?

Kami usulkan kepada Pemerintah ka­lau memang potong 50 persen, ya sudah potong saja. Tapi, kegiatannya jalan dari sisa yang 50 persen itu. Kalau sekarang tidak jalan, tidak ada kegiatan di hotel.

Menurut Anda itu solusinya?

Pemerintah kan punya pengeluaran anggaran. Pemerintah kan punya be­lanja. Nah, belanjanya yang harusnya segera dijalankan. Karena, itu sangat signifikan bagi industri akomodasi. Ka­lau tidak jalan, tidak hanya sektor yang terkait dengan pariwisata, namun semua sektor akan terdampak operasionalnya.

Baca juga : Saan Yakin Jabar Jadi Lumbung Suara NasDem

Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay menilai, sepinya pengunjung karena ini Ramadan?

Harapan kami, mudah-mudahan setelah Lebaran ini, April mulai beraktivitas pemerintahnya. Karena kalau sudah mulai beraktivitas, dam­paknya akan besar.

Anda melihat ada upaya Kementeri­an/Lembaga atau Pemerintah Daerah yang menahan pengeluarannya?

Memang menahan belanjanya, sehingga tidak jalan, tidak ada akti­vitas. Sehingga, salah satunya sek­tor perhotelan tidak ada kegiatan. Kenyataannya begitu.

Tidak hanya yang terkait dengan Pemerintah pusat, kementerian, lembaga saja, tetapi juga pemerintah daerah juga ikut-ikutan. Padahal, pemerintah daerah tak ada kaitannya.

Baca juga : Polri Optimis Kepadatan Lalu Lintas Mudah Diurai

Biasanya sudah ada kegiatan pada awal tahun?

Biasanya ada aktivitas sosialisasi program. Terkait dengan seminar, ma­cam-macamlah program Pemerintah.

Apakah sudah ada pembicaraan pengusaha pariwisata, hotel dan restoran untuk audiensi ke Pemerintah maupun DPR?

Kami sudah sampaikan ke DPR, ke Menteri Pariwisata. Surat kepada Presiden dan Menteri Keuangan juga sudah kami sampaikan semua. Kalau ini berlama-lama, nanti efeknya jadi lumayan besar. Karena, kami tidak tahan kalau memang tidak ada tamu­nya. Kalau tidak ada operasional yang masuk, pasti kami turunkan jumlah pekerjanya. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 26 Maret 2025 dengan judul "Sepi Kegiatan Pemerintah, Pengusaha Hotel Menjerit, Hariyadi Sukamdani: Perhotelan SekarangBenar-benar Turun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense