Dark/Light Mode

Hujan Berpotensi Lebat

Menhub Minta Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem

Rabu, 26 Maret 2025 07:30 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan MenPANRB Rini Widyantini bersama-sama memantau arus lalu lintas dan angkutan Lebaran di Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu di kantor Kementerian Perhubungan. (Foto: Instagram/Kemenhub)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan MenPANRB Rini Widyantini bersama-sama memantau arus lalu lintas dan angkutan Lebaran di Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu di kantor Kementerian Perhubungan. (Foto: Instagram/Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau pemudik atau masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada masa angkutan Lebaran 2025 mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Hal ini menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geo­fisika (BMKG). Ada aktivitas Madden-Julian oscillation (MJO) atau badai luas di Samudra Hindia. Badai tersebut perlahan akan bergerak ke arah Indonesia dan diperkirakan akan sampai ke Pulau Jawa pada 25-27 Maret 2025. Dampak yang ditimbulkan biasanya adalah hujan.

Dudy menjelaskan, perki­raan BMKG bahwa sejumlah daerah tujuan mudik seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Jambi, Bali, hingga Sulawesi Tenggara, akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Baca juga : Saan Yakin Jabar Jadi Lumbung Suara NasDem

“Saya mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca eks­trem yang mungkin terjadi jelang Lebaran,” kata Dudu di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Eks Komisaris PLN ini me­nyarankan masyarakat terus memperbarui info terkait kondisi cuaca sebelum melakukan per­jalanan.

Masyarakat bisa mengak­sesnya lewat saluran resmi yang dimiliki BMKG, baik melalui situs web atau aplikasi Digital Weather for Traffic BMKG.

Baca juga : Polri Optimis Kepadatan Lalu Lintas Mudah Diurai

Dudy juga mengimbau selu­ruh stakeholder transportasi di semua moda untuk mewaspadai hal serupa. Dia meminta para pengelola dan penyelenggara transportasi untuk memperketat pengawasan, khususnya pada aspek keselamatan. Mereka juga diminta untuk berkoordi­nasi dengan pihak BMKG secara lebih intens.

“Lakukan inspeksi sarana dan prasarana dengan konsisten,” tegasnya.

Dudy menjelaskan, potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi, hingga kilat dan petir, masih mungkin terjadi dalam kondisi cuaca yang demikian. Menurutnya, hal ini berpotensi besar menyebabkan gangguan pada jadwal perjalanan.

Baca juga : Kang Dedi, 1,6 Juta Pemuda Di Jawa Barat Nganggur Nih!

“Saya terus mengingatkan, keselamatan penumpang adalah yang utama. Ini berlaku di semua moda transportasi. Karena itu, apabila terjadi cuaca ekstrem, penundaan atau pembatalan perjalanan bisa saja dilakukan,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.