RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif impor 32 persen kepada Indonesia, akan memberikan dampak yang dalam bagi perekonomian Tanah Air.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jakarta, Nurzaman menyebutkan ada beberapa dampak yang akan timbul.
Pertama, depresiasi rupiah yang kini sudah sekitar Rp 17.000 per dolar AS.
Baca juga : Prabowo: Polisi Dicaci Tapi Tetap Kerja Keras
Dampak berikutnya, akan banyak perusahaan besar melakukan efisiensi, bahkan PHK besar-besaran, mengingat dalam usahanya terdapat unsur nilai dolar AS untuk pembelian bahan baku, sehingga terancam bangkrut. “PHK menjadi pilihan terpaksa yang rasional,” khawatir Nurzaman.
Senada, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal pun khawatir Indonesia akan mengalami gelombang PHK yang cukup besar akibat kebijakan Trump.
Sebelumnya, berdasarkan catatan Litbang KSPI dan Partai Buruh, sekitar 60 ribu buruh telah mengalami PHK di lebih dari 50 perusahaan sepanjang Januari hingga Maret 2025.
Baca juga : Prabowo Banjir Pujian
Para buruh yang terkena PHK tersebut, mayoritas tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), termasuk buruh Sritex yang hingga Lebaran 2025 usai, belum juga menerima hak THR mereka.
Said pun menyarankan, agar Pemerintah menanggapi secara serius kebijakan Trump itu. “Harus ada langkah konkret dari Pemerintah untuk mengantisipasi dampak kebijakan tarif tersebut,” tandasnya.
Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel Ebenezer tidak mempermasalahkan kekhawatiran Said Iqbal itu.
Baca juga : Pak Prabowo, Isi Dong Kursi Dubes RI Untuk AS
Yang pasti, tambah dia, Pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengantisipasi dampak negatif dari kebijakan Trump terhadap Indonesia.
Untuk membahas hal ini lebih lanjut, berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Immanuel Ebenezer tentang dampak kebijakan Trump terhadap tenaga kerja di Indonesia itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.