Saya rasa rencana ini tidak ideal, terutama jika dilihat dari perspektif kebutuhan Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Dengan luas tanah yang hanya 25 meter persegi dan luas bangunan 18 meter persegi, ukuran tersebut tidak cocok dijadikan sebagai rumah masa depan. MBR akan kesulitan untuk mengembangkan rumah tersebut, apalagi jika mereka memiliki anak atau keturunan.
Jadi, Anda berpendapat bahwa rumah subsidi dengan ukuran tersebut tidak layak untuk keluarga kecil?
Baca juga : Fahri Hamzah: Justru, Kami Berharap Ukurannya Diperbesar
Betul. Ukuran itu hanya cocok sebagai rumah sementara, bukan rumah yang bisa menjadi tempat tinggal jangka panjang. Dengan luas tersebut, masyarakat tidak akan memiliki cukup ruang untuk memperluas bangunan, kecuali mereka membangun lantai dua.
Kalau membangun lantai dua jadi mengeluarkan banyak uang lagi dong?
Ya, jika kita berbicara tentang membangun lantai dua, itu memang mungkin dilakukan. Tetapi sekali lagi, biaya konstruksinya harus kita akui sangat tinggi. MBR akan kesulitan untuk membangun lantai dua tersebut, apalagi jika mereka harus menambah biaya pembangunan. Jadi, saya rasa solusi seperti itu tidak realistis untuk kebanyakan keluarga dengan penghasilan rendah.
Baca juga : Golkar Dukung Sikap Prabowo
Selain masalah biaya, apakah ada potensi lain yang perlu dipertimbangkan jika ukuran rumah subsidi ini diterapkan?
Tentu. Luas tanah yang hanya 25 meter persegi dan luas bangunan 18 meter persegi bisa memicu masalah lain, seperti kekumuhan. Kalau MBR tinggal di rumah dengan ukuran kecil dan padat seperti itu, kemungkinan besar akan menimbulkan lingkungan yang tidak sehat, terutama jika mereka memiliki anak. Selain itu, jika ukuran rumah dipatok terlalu kecil, harga jualnya bisa disalahgunakan oleh pengembang, yang akan sangat merugikan masyarakat.
Jadi, menurut Anda, apakah ada solusi atau alternatif yang lebih tepat untuk rumah subsidi?
Baca juga : Kemenekraf Ingin Startup Kompetitif Dan Tahan Banting
Saya rasa ukuran seperti itu lebih cocok untuk rumah susun sewa (rusunawa), apartemen, atau rumah kontrakan. Tipe 18 meter persegi sebenarnya lebih cocok untuk rumah kos atau kontrakan. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 3 Juni 2025 dengan judul "Kementerian PKP Godok Aturan Baru, Rumah Subsidi Bisa Semakin Kecil, Junaidi Abdillah: Rencana Ini Tidak Ideal Untuk MBR"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.