BREAKING NEWS
 

Dampak Konflik Global, Harga Plastik Meroket

Ali Mahsum Atmo: UMKM Resah, Pemerintah Mesti Bergerak Cepat

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Sabtu, 11 April 2026 07:10 WIB
Ali Mahsum Atmo, Ketua Umum APKLI. FOTO: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Seberapa besar pengaruh kenaikan harga plastik bagi pelaku UMKM?

Di berbagai wilayah, UMKM banyak terdampak. Namun mereka selalu adaptasi, serta melakukan inovasi dan kreasi. Alhamdulillah, hingga saat ini sebagian besar dari mereka, tidak menaikkan harga jual. Memilih bersiasat.

Siasatnya seperti apa?

Pertama, mengurangi ukuran atau volume, misalnya pedagang gorengan. Kedua, menyatukan barang yang dibeli masyarakat dalam satu plastik, yang biasanya satu barang satu plastik seperti di warung kelontong dan pedagang pasar di seluruh Indonesia. Hal yang sama dilakukan industri tempe dan tahu, seperti pedagang tahu gembrong di Semarang, Jawa Tengah.

Adsense

Apa alasan pedagang lebih memilih mengecilkan ukuran dibandingkan menaikkan harga jual?

Baca juga : Komisi III Kaji Usulan Stop Peredaran Rokok Elektrik

Mereka takut kehilangan pelanggan di tengah daya beli masyarakat yang hingga saat ini belum beranjak normal usai dampak pandemi Covid-19. Saat ini, biaya produksi naik, namun harga jual tidak dinaikkan. Sehingga omzet tergerus, keuntungan menipis, dan berakibat UMKM makin susah.

Berapa persen kenaikan harga plastik?

Kami menerima keluhan dari PKL UMKM, lonjakan harga plastik rata-rata 70 persen. Bahkan, lebih dari 100 persen dari seluruh Indonesia. Sedangkan di DKI Jakarta rata-rata naik 50 persen.

Apa saja keluhan dari PKL UMKM seperti apa?

Di Kalimantan Selatan misalnya, gelas plastik isi 1.000 pcs awalnya Rp 280 ribu, saat ini Rp 560 ribu. Kenyataan ini sangat membebani PKL UMKM.

Baca juga : Menko Zulhas Dorong Hilirisasi Susu Nasional

Upaya apa yang diharapkan dari Pemerintah menyikapi kenaikan harga plastik?

Kami minta Pemerintah untuk segera tangani dengan cepat dan tepat. Ini sudah sangat meresahkan. Hari ini tidak perlu bicara transisi energi dan diversifikasi NAFTA (North American Free Trade Agreement), itu masih panjang. Namun yang terpenting segera ditangani adalah emergensi krisis plastik.

Kami minta Pemerintah segera memanggil seluruh perusahaan plastik di republik ini. Karena menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (8/4/2026), pada Januari 2026, Indonesia tercatat masih impor plastik Rp 14,5 triliun dan Februari 2026 Rp 14,76 triliun. Artinya stok plastik masih ada di sektor hulu.

Selain itu, ada lagi?

Kenyataan ini juga tidak menutup kemungkinan adanya penimbunan akibat perilaku aji mumpung. Untuk itu, saya minta Pemerintah lakukan inspeksi dan investigasi serta tindak tegas, jika terbukti menimbun atau sengaja menyumbat pasokan plastik.

Baca juga : KPK Telusuri Dugaan Suap Pengurusan Cukai

Yang terakhir, saya minta Pemerintah bersama perusahaan plastik lakukan operasi pasar. Karena tidak mungkin mengubah kultur atau perilaku menggantikan plastik dengan daun pisang atau daun jati dalam waktu sangat mendesak. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 11 April 2026 dengan judul "Dampak Konflik Global, Harga Plastik Meroket Ali Mahsum Atmo: UMKM Resah, Pemerintah Mesti Bergerak Cepat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense