BREAKING NEWS
 

Kebakaran Hutan & Lahan Masih Terjadi, Apakah Penanganannya Sudah Efektif?

Amien Widodo: Jangan Setiap Kemarau Ada Praktik Buka Lahan

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 26 Agustus 2026 07:10 WIB
Amien Widodo, Pakar Kebencanaan & Geofisika dari ITS. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda dengan penanganan kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia?

Ini memang sudah sangat luas wilayah yang terbakar, ya. Baik di Kalimantan maupun Sumatera. Adanya kebiasaan membakar hutan dan lahan untuk kebutuhan membuka lahan perkebunan. Nah, sebenarnya ini harus dihentikan menjelang memasuki musim kemarau. Jangan sampai ketika masuk kemarau masih ada praktik membuka lahan seperti itu. Seharusnya ada aturan dari Pemerintah terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar. Ini harus dibuat tegas.

Menurut Anda, apa penyebab terjadinya kebakaran dan sulitnya penanganan hutan saat ini?

Baca juga : Siswa Peduli Kondisi Tubuh, Cegah Risiko Sakit Sejak Dini

Pertama, faktor cuaca kemarau, El Nino, dan tidak ada awan sehingga tidak bisa membuat modifikasi cuaca. Ini menjadi penentu kebakaran hutan. Belum lagi kebakaran yang semakin meluas dan sulit dalam memadamkannya. Atas kendala cuaca ini, tidak ada air memang menjadi faktor utama semakin besarnya lahan yang terbakar.

Menurut Anda, apa yang dapat dilakukan Pemerintah untuk memaksimalkan penanganan kebakaran hutan?

Ada upaya membuat parit. Setiap beberapa meter atau per wilayah itu harus dibuat parit sehingga ini bisa mencegah peredaran api. Nanti diharapkan parit itu bisa diisi air dan digunakan saat kebakaran. Karena di Kalimantan atau Sumatera, ada lahan yang terbakar dan merupakan lahan gambut. Di lahan gambut ini, air hanya lewat saja. Sehingga, jika terjadi kebakaran lalu disiram air, bagian atas sudah padam, tetapi bagian bawahnya masih terbakar. Jadi, memang dibutuhkan metode khusus dalam menanganinya. Kalau dengan parit yang berisi air, diharapkan bisa membatasi penyebaran kebakaran tersebut.

Baca juga : Kemendagri Minta Pemda Turun Langsung Ke Pasar

Selain itu, apa lagi yang bisa dilakukan?

Saya melihat di televisi, ada rencana pembuatan sumur pompa air di lokasi bencana kebakaran. Sebenarnya ide ini baik saja. Tetapi, ini harus dikaji lebih baik lagi. Karena di beberapa wilayah di Kalimantan, area untuk mendapatkan air sangat sulit. Bisa sampai ratusan meter ke dalam. Sementara untuk membuat sumur pompa air itu juga membutuhkan air. Kalau soal listrik, ya bisa dengan baterai atau panel surya. Lebih baik, jika untuk melaksanakan ide ini, Pemerintah bisa melibatkan ahli geologi atau tim dari Kementerian ESDM untuk mengetahui kondisi tanahnya.

Apa ada langkah konkret yang bisa dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas lagi? Jangan buang puntung rokok dan botol air mineral. Ini berbahaya jika terkena ilalang. Puntung rokok yang masih ada bara apinya bisa membakar ilalang. Begitu juga botol air mineral yang masih berisi air jika terkena sinar matahari. Jadi, harus ada aturan yang tegas mengenai hal ini. NNM

Baca juga : NU Perlu Ambil Peran Dan Tentukan Arah Perubahan

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 26 Agustus 2026 dengan judul "Kebakaran Hutan & Lahan Masih Terjadi, Apakah Penanganannya Sudah Efektif? Amien Widodo: Jangan Setiap Kemarau Ada Praktik Buka Lahan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense