Sebelumnya
Pertalite dan Pertamax 92 bukan BBM subsidi, namun dipersepsikan sebagai BBM subsidi. Harga jual pertalite dan Pertamax 92 tidak bisa mengikuti pasar yang harga berlaku ditetapkan sesuai harga BBM non subsidi yang dijual SPBU swasta dan asing di Indonesia.
Pesaing Bisnis Patra Niaga sudah melakukan rasionalisasi harga pada jenis BBM RON 90 setara pertalite dan 92 setara Pertamax.
Baca juga : Harganya Terjangkau, Samsung A03 Core Sasar Gen-Z
"Mengingat penjualan BBM pertalite sangat besar, perlu dipertimbangkan oleh pemerintah agar menjadikan pertalite sebagai BBM bersubsidi. Dengan demikian selisih harga dengan pasar menjadi tanggung jawab APBN," tutur Daeng.
Jika Pertalite dijadikan BBM subsidi, maka ada kesempatan pemerintah menghapus premium. Apalagi premium telah dianggap sebagai bahan bakar kotor yang mencemari udara.
Baca juga : Lawan Persib, Persita Maju Tak Gentar
"Penghapusan premium sangat penting bagi Presiden Jokowi sebagai G20 presidency dan Pemimpin COP 26. Ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menurunkan emisi co2. Ini juga akan menjadi bagian dari prestasi Pertamina, meningkatkan peringkat utang dan menurunkan risiko utang Pertamina," tandasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.