RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah kembali dibuka menguat 0,12 persen ke level Rp 14.332 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.350 per dolar AS.
Mayoritas mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,01 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, dolar Singapura naik 0,04 persen, won Korea Selatan melonjak 0,14 persen, peso Filipina menguat 0,01 persen, yuan China naik 0,06 persen, dan baht Thailand naik 0,09 persen. Hanya rupee India minus 0,28 persen dan ringgit Malaysia juga minus 0,02 persen.
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya memangkas beberapa kenaikan menjadi menguat hanya 0,097 persen. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,32 persen ke level Rp 16.220, terhadap poundsterling Inggris juga turun 0,36 persen ke level Rp 19.389, dan terhadap dolar Australia turun 0,38 persen ke level Rp 10.272.
Baca juga : Resmikan Pasar Legi, Puan Maharani Sapa Pedagang Surakarta
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah akan tertekan pada hari ini. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran pasar akan ketegangan politik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Masalah Rusia dan Ukraina ini menurut Ariston, akan meluas karena melibatkan sekutu Ukraina yaitu para negara anggota NATO. “Ketegangan geopolitik makin memanas karena pihak NATO mulai mempersiapkan kemungkinan terburuk menghadapi Rusia," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/1).
Selain itu, sentimen juga datang dari pasar yang masih menunggu hasil keputusan rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan dini hari nanti.
Baca juga : Pagi Ini Dolar Mendung, Rupiah Cerah
Ia bilang, pasar menantikan apakah The Fed akan memberikan indikasi kebijakan pengetatan moneter yang lebih agresif dari perkiraan pasar sebelumnya.
Sebelumnya, pasar memperkirakan suku bunga acuan AS akan naik mulai Maret dan akan terjadi sebanyak tiga kali. “Hal ini dilakukan untuk menekan inflasi yang sudah semakin agresif,” kata Ariston.
Ia memproyeksi, potensi pelemahan rupiah bergerak di rentang Rp 14.370 hingga Rp 14.380 per dolar AS. Sementara, support di kisaran Rp 14.320 hingga Rp 14.330 per dolar AS. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.