BREAKING NEWS
 

Albert Burhan Keseret Kasus Pengadaan Pesawat Garuda

Calon Bos Pelita Air Bisa Orang Dalam Atau Luar

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 16 Maret 2022 08:00 WIB
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Utama PT Pelita Air Service (PAS), anak usaha PT Pertamina (Persero) Albert Burhan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia. (Foto: dok. Kejagung).

 Sebelumnya 
“Dekom telah sepakat menunjuk Direktur Keuangan dan Umum Muhammad S. Fauzani sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama untuk kelangsungan dan kelancaran bisnis perusahaan,” ungkap Michael melalui siaran pers, Jumat (11/3).

Ia memastikan, perusahaan tetap berkomitmen untuk terus menjalankan tata kelola perusa haan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), dalam menjalankan proses bisnis perusahaan.

Karena itu, perseroan tetap menjalankan bisnis penerbangan charter dan jasa aviasi lainnya dengan komitmen penuh menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan para pelanggan. Terlebih, PT PAS juga berencana membuka rute penerbangan berjadwal tahun ini.

Baca juga : Tersangka Ngaku Dikasih Duit Pensiun 1,4 Juta Dolar

Ikut Holding InJourney

Pelita Air telah bergabung dengan induk holding BUMN sektor Aviasi dan Pariwisata, yaitu PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengungkapkan, dalam program strategi InJourney periode 2022-2024, Pelita Air masuk ke dalam salah satu sub klaster, dan menjadi inisiatif kunci perusahaan BUMN tersebut.

Baca juga : Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda, Kejagung Tetapkan Dua Tersangka

Nantinya, maskapai Pelita Air akan diluncurkan tahun ini, dengan kategori layanan penerbangan standar menengah (medium services).

“Kita harapkan, ini akan mengisi kekosongan jumlah airlines atau jumlah pesawat, yang akan menghubungkan (membangun konektivitas) Indonesia pasca pandemi Covid-19 (yang membuat banyak maskapai) mengalami turbulensi,” ungkap Dony, dalam Rapat Kerja Nasional II Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Padang, Sumatera Barat, Rabu (9/3).

Menanggapi ini, Pengamat Penerbangan Gatot Rahardjo berharap, kejadian ini tak berdampak negatif pada rencana bisnis yang dijalankan Pelita Air, khususnya dalam mengoperasikan penerbangan berjadwal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense