BREAKING NEWS
 

Albert Burhan Keseret Kasus Pengadaan Pesawat Garuda

Calon Bos Pelita Air Bisa Orang Dalam Atau Luar

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 16 Maret 2022 08:00 WIB
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Utama PT Pelita Air Service (PAS), anak usaha PT Pertamina (Persero) Albert Burhan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia. (Foto: dok. Kejagung).

 Sebelumnya 
“Terganggu, bisa saja. Tapi, semoga tidak berlarut-larut. Apalagi, ini (Pelita Air) juga kan BUMN. Seharusnya, dari sisi SDM, armada, ataupun pendanaan untuk bisnisnya kuat,” tuturnya kepada Rakyat Merdeka.

Gatot bilang, jika PAS mendapatkan izin atau Sertifikat Operator Penerbangan (Air Operator Certificate/AOC) untuk mengoperasikan penerbangan berjadwal, maka kehadirannya sangat tepat di tengah pelonggaran aturan atau kebijakan perjalanan saat ini.

Baca juga : Tersangka Ngaku Dikasih Duit Pensiun 1,4 Juta Dolar

“Bisa dikatakan, kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan udara mulai meningkat. Ini bagaimana maskapai bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Gatot.

Menurutnya, maskapai yang ingin mengajukan penerbangan berjadwal kini lebih mudah. Terlebih dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja. Sebab, regulator menghapus kewajiban kepemilikan minimal pesawat bagi pemegang izin angkutan udara.

Baca juga : Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda, Kejagung Tetapkan Dua Tersangka

Dalam aturan sebelumnya, maskapai wajib memiliki paling sedikit lima unit pesawat udara dan lima unit pesawat sewa sebagai penunjang. “Sekarang, bisa satu pesawat milik, tiga pesawat sewa. Begitu AOC didapat, bisa langsung beroperasi. Armada, SDM juga siap. Sangat dimudahkan jadinya,” tutur Gatot.

Sehingga, dari sisi finansial, Pertamina sebagai induk dari Pelita Air seharusnya bisa mensupport hal itu. Di samping itu, potensi pasar di industri penerbangan pun cukup besar. Mengingat, sejumlah maskapai baik domestik maupun luar negeri, menekan operasionalnya dengan pengurangan jumlah armada selama pandemi.

Baca juga : Garuda Dan Banteng Masih Akur

“Kalau PAS bermain di medium service, ada potensi pasar sekitar 10 persen. Maskapai yang ada di level ini, Sriwijaya. Jadi, ada ceruk pasar yang bisa dimanfaatkan,” tandasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense