BREAKING NEWS
 

Centratama Group Kuatkan Posisi Penyedia Menara Terbesar Di Indonesia

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 30 Maret 2022 14:42 WIB
Menara telekomunikasi. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk siap memantapkan posisinya sebagai penyedia menara independen terbesar di Indonesia. Perusahaan berkode CENT ini sudah menyiapkan berbagai strategi.

Beberapa upaya yang dilakukan perusahaan antara lain mengakuisisi saham PT EPID Menara AssetCo (EMA) dan memanfaatkan pinjaman bank.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Centratama Group Yan Raymond menjelaskan, baru-baru ini telah mengakuisisi saham PT EPID Menara AssetCo (EMA), anak usaha dari EdgePoint Group.

Langkah ini mengkonsolidasikan buku dan asset EMA di bawah Centratama Group. Aset ini termasuk sekitar 4.000 menara telekomunikasi yang diakuisisi EMA dari Indosat Ooredoo Hutchison (sebelumnya Indosat Ooredoo) pada tahun 2021.

Baca juga : Resmikan Kantor Baru, Ajaib Group Dukung Pemerintah Terus Pacu Perkembangan Digital

Setelah akuisisi ini, kepemilikan menara Centratama Group mencapai lebih dari 9.000 situs menara di Indonesia, meningkat hampir dua kali lipat.

"Sebagai perusahaan yang menawarkan solusi telekomunikasi satu atap, kami terus mencari peluang untuk mengembangkan portofolio menara telekomunikasi kami," katanya dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (30/3).

Adsense

Menurutnya mengakuisisi EMA merupakan langkah strategis yang tepat bagi Centratama Group. Ia berharap bisa memantapkan posisi perusahaan sebagai penyedia menara di Indonesia.

"Akuisisi merupakan langkah memantapkan posisi sebagai salah satu perusahaan penyedia menara independen terbesar di Indonesia," ucapnya.

Baca juga : Apkasi Dukung The Next Vibes, Program Pencarian Bakat Online Terbesar Di Indonesia

Pada tanggal 30 Desember 2021, Centratama Grup menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (CSPA) dengan EMA dan Pemegang Sahamnya untuk mengakuisisi EMA. Total penanaman modal tersebut senilai maksimal 350 juta dolar AS atau setara dengan Rp 5,01 triliun, ditambah asumsi utang EMA yang ada.

Komisaris CENT dan Chief Executive Officer EdgePoint Suresh Sidhu puas dengan transaksi tersebut. Pasalnya, akan mengukuhkan posisi Centratama Group sebagai entitas utama EdgePoint di Indonesia.

"Kini kami dapat menyalurkan investasi kami secara lebih efisien untuk memperluas rangkaian solusi konektivitas generasi berikutnya dari Centratama," katanya.

Transaksi tersebut juga akan mempermudah CENT untuk bekerjasama dengan operator di tanah air. Melalui akuisisi ini, Centratama Group juga akan mendapatkan keuntungan dari penyewa utama EMA, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison sebagai salah satu operator seluler terbesar di Indonesia dengan kontrak sewa jangka panjang yang ditandatangani pada Mei 2021.

Baca juga : UD Trucks Luncurkan Quester Euro5 Terbaru di Indonesia

Ditambah dengan portofolio kepemilikan total 9.000 menara, Centratama mengukuhkan kembali posisinya sebagai penyedia menara independen terbesar ketiga di Indonesia dan memperkuat kehadiran dan kemampuannya untuk menawarkan jangkauan yang lebih luas ke Operator Jaringan Seluler dan komunitas pelanggan perusahaan.

Centratama Group juga mengumumkan hari ini  telah mendapatkan komitmen pinjaman setara dengan 850 juta dolar AS dari sekelompok bank domestik Indonesia dan internasional untuk membiayai kembali fasilitas kredit yang ada. Pinjaman tersebut sekaligus menyediakan likuiditas  untuk mendukung rencana pertumbuhan ambisius group perusahaan di tahun-tahun mendatang. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense