BREAKING NEWS
 

Dirikan RSOJ Di Indonesia Timur

Erick Ngarep WNI Yang Berobat Ke LN Menurun

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 7 April 2022 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym).

 Sebelumnya 
Menanggapi ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, Holding RS BUMN memiliki kapabilitas yang tak kalah hebatnya dengan RS di luar negeri dalam menghadirkan layanan kesehatan.

Dengan semakin bertambahnya rumah sakit rujukan di banyak wilayah di Indonesia, dia yakin langkah Pemerintah dapat menekan jumlah masyarakat yang kerap berobat ke luar negeri.

“Sebenarnya, (Holding) mampu kok. Layanannya baik, jaringannya juga luas. Tinggal bagaimana Kementerian Kesehatan mensinergikan layanan yang ada dengan holding RS BUMN di bawah naungan Kementerian BUMN,” ucap Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia juga memuji pembangunan RS Internasional di Bali yang diperkirakan kelar pada 2032. Hal ini diyakini memenuhi tuntutan pasar.

Baca juga : Sun Life Indonesia-CIMB Niaga Perkuat Kemitraan Bancassurance

“Kita tahu, orang pergi ke luar negeri, bukan sekadar berobat, ada juga yang ingin sekalian berwisata. Berarti, ini juga bisa jadi peluang, misalnya membangun rumah sakit dengan konsep wisata kesehatan,” katanya.

Ia berharap, pembangunan atau perluasan jaringan layanan kesehatan bisa terus dilakukan, tak hanya di kota-kota besar.

“Ini kan potensinya sangat besar sekali. Harapannya, tentu layanan kesehatan bisa merata di banyak wilayah dan mudah dijangkau aksesnya. Jadi masyarakat tidak harus berobat ke luar negeri lagi,” harapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyesalkan masih banyaknya WNI yang berobat ke luar negeri.

Baca juga : Mandiri Festival Properti Indonesia 2022 Suguhkan Segudang Promo Menarik

“Kita kehilangan 11,5 miliar dolar AS karena sekitar 600 ribu hingga 1 juta orang berobat keluar negeri,” terangnya, dalam Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ke-31 dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Ke-22 di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Kamis (24/3).

Menurutnya, masalah kepercayaan masyarakat ini harus ditangani. Salah satunya, dengan melakukan transformasi kesehatan seperti peningkatan kualitas layanan rujukan.

Rencananya, transformasi layanan rujukan tersebut akan fokus terhadap mortalitas penyakit utama. Seperti stroke, penyakit jantung, diabetes melitus, sirosis, tuberkulosis dan beberapa penyakit lainnya.

“Penyakit ini disinyalir menyebabkan banyaknya orang-orang berobat ke luar negeri. Kami akan upayakan pengobatan ke luar negeri itu menjadi berkurang,” imbuhnya.

Baca juga : Erick: Ini Langkah Besar Menuju Ketahanan Kesehatan Nasional

Ia menambahkan, mulai 2021 Kemenkes melakukan pembangunan rumah sakit pratama untuk daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan terluar. Serta memprioritaskan pembangunan lebih dari 100 unit rumah sakit hingga 2024.

“Sebanyak 95 persen dari layanan tersebut, harusnya dirujuk ke rumah sakit yang Pemerintah bangun tadi. Sehingga dana rujukan menjadi terkendali,” tutupnya.  [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense