RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia Investment Authority (INA) akhirnya pecah telor. Lembaga negara yang bertugas mengelola dana investasi itu resmi menandatangani kerja sama investasi dengan dua BUMN konstruksi: PT Hutama Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk pengembangan jalan tol di Indonesia. Nilainya Rp 39 triliun.
Kerja sama ini diwujudkan dalam Heads of Agreement atau HOA (Perjanjian Induk) antara INA dan Hutama Karya, untuk sejumlah ruas Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS).
Ini mencakup Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), dan Tol Medan-Binjai (Mebi).
Selain itu, juga ada Confirmation of Transaction Commencement atau CTC (Konfirmasi Dimulainya Transaksi) antara INA dan anak usaha Waskita, yakni PT Waskita Toll Road atau WTR.
Baca juga : OJK Genjot Vaksinasi Dan Pemulihan Ekonomi
Ini mencakup sejumlah ruas Jalan Tol-Trans Jawa seperti Tol Kanci-Pejagan dan Tol Pejagan-Pemalang.
CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan, investasi untuk percepatan pembangunan dan pengembangan jalan tol, khususnya Trans-Sumatra dan Trans-Jawa akan menciptakan efek multiplikasi pada pertumbuhan ekonomi. Di samping mengoptimalkan potensi ekonomi di kedua pulau tersebut.
Kerja sama ini juga sejalan dengan misi INA, untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
"Investasi ini menunjukkan sinyal positif bagi iklim investasi di Indonesia, terutama minat sektor infrastruktur jalan tol," ujar Ridha dalam keterangannya, Kamis (14/3).
Baca juga : Dubes Heri Dorong Kerja Sama Investasi Dengan Jepang
Ridha menambahkan, pihaknya akan terus menggalang investasi untuk sektor-sektor lain, yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Serta memberikan dampak positif pada pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan rasa optimismenya atas kerja sama perseroan dengan INA.
“Investasi dari INA menjadi sumber pembiayaan baru. Melengkapi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman, yang membantu kami mempercepat pembangunan ruas-ruas JTTS lainnya,” ujar Budi.
Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono, menyampaikan, kerja sama investasi dengan INA merupakan tindak lanjut dari Heads of Agreement yang telah ditandatangani pada 21 Februari 2022.
Baca juga : Dari UEA, Erick Terbang Ke Qatar, Jajaki Kerja Sama Investasi Dengan BUMN
"Investasi INA akan mendukung komitmen perseroan menyelesaikan pembangunan ruas-ruas tol, terutama Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan Pemerintah," tandas Destiawan. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.