BREAKING NEWS
 

Konsumsi Listrik Meningkat, Perekonomian Di Kalbar Semakin Menggeliat

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 17 April 2022 16:24 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga akhir Maret (TW 1) tahun 2022, PLN Kalbar mencatatkan penjualan energi listrik sebesar 727,31 GWH atau naik sebesar 5,76 persen dibandingkan pada periode yang sama, Year on Year (YoY).

"Peningkatan penjualan energi listrik juga terlihat sejak bulan Januari - Maret 2022. Rata-rata kenaikan sebesar 2,91 persen. Meningkatnya konsumsi listrik merupakan indikasi semakin meningkatnya perekonomian meski pandemi Covid-19 masih berlangsung," ungkap General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo.

Baca juga : Prapanca Pastikan Persija Masih Buru Pemain Anyar

Ari juga menyebutkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan agar aktivitas warga khususnya para pelaku usaha tidak terganggu.

Diakuinya, peningkatan penjualan energi listrik lebih didominasi oleh sektor Sosial dan Bisnis, yakni sebesar 40,40 persen. Peningkatan penjualan energi listrik diikuti dengan peningkatan daya tersambung pelanggan.

Baca juga : Ingat Ya, Ancaman Covid Di Jakarta Belum Berhenti

Hingga akhir Maret 2022, jumlah mencapai 1.978,59 MVA, atau tumbuh sebesar 8,32 persen dibandingkan tahun lalu.

Lebih lanjut dikatakannya, sejumlah upaya dilakukan PLN Kalbar demi meningkatkan pemanfaatan listrik sektor industri.

Adsense

Baca juga : Indonesia Care CS Beri Bantuan Pesantren Tahfiz Di Karawang

Salah satunya melalui captive power acquisition yang merupakan bentuk dukungan layanan PLN dalam pemenuhan pasokan listrik untuk pelanggan industri yang masih mengoperasikan pembangkit listrik sendiri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense