BREAKING NEWS
 

Launching Shopee Center Di Pekalongan, Shopee Bidik 58.000 UMKM

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 7 Juli 2022 19:18 WIB
Foto: Dok. Shopee

 Sebelumnya 
Seller Shopee Inndenim

Salah satu pedagang jeans asal Kabupaten Pekalongan Andi Supriyadi (27), menjadi bukti UMKM yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital.

Adsense

Pria asal Karangdadap, Kabupaten Pekalongan ini, sebelumnya berdagang di salah satu sentra perdagangan besar di Jakarta.

Penurunan omzet yang dialami Andi menjelang tahun 2018, membuatnya bermigrasi ke platform online.

“Tahun 2017 itu penjualan udah mulai sepi. Banyak yang bayar pakai giro, banyak banget dalam satu bulan bisa beberapa orang ambil barang dengan tempo 5 bulan.

Baca juga : G7 Siap Sawer Negara Berkembang Rp 8.000 T

Waktu 2018, gironya sampai saya jual karena banyak orang yang terlambat atau bahkan nggak membayar,” cerita Andi.

Keadaan semakin bertambah parah saat pandemi Covid-19, yang membuat tempatnya berjualan harus ditutup karena pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Pada akhirnya, ia memutuskan untuk kembali pulang ke kampung halaman di Pekalongan dan berjualan di e-commerce Shopee dan memulai bisnis onlinenya dengan nama Inndenim.

Ia langsung tancap gas untuk bisa beradaptasi dengan sistem penjualan online. Andi langsung mencoba berbagai macam fitur seperti fitur diskon hingga promo gratis ongkos kirim. Alhasil, penjualan toko Inndenim di tahun pertama pun cukup melesat.

“Dulu awal-awal saya jualan online, penjualan cukup banyak karena belum banyak pesaing. Bahkan di tahun pertama itu, omzet saya di Shopee bisa mendekati omzet waktu saya jualan di toko,” ujarnya.

Baca juga : Menkominfo Beri Dukungan Platform Digital Dan UMKM

Melalui e-commerce Shopee, pemasaran produk jeans milik Inndenim sudah merambah ke seluruh Indonesia, bahkan hingga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Meskipun begitu, persaingan dagang yang semakin ketat membuat Andi harus mencari metode terkini untuk pemasarannya, termasuk berjualan secara live streaming. Ia berusaha untuk menerapkan metode tersebut, agar bisa berkomunikasi secara dua arah dengan para pelanggannya.

“Saya tertarik untuk coba-coba jualan live streaming, soalnya biar pelanggan bisa tahu kualitas produk saya dan pembeli bisa lihat apa model yang mana yang kira-kira pas untuk mereka,” jelasnya.

Andi berharap, hadirnya Shopee Center Pekalongan, dapat membantu dirinya sekaligus ribuan pelaku UMKM di Pekalongan untuk bisa meningkatkan kualitas pemasaran melalui teknologi digital.

“Selain saya berniat secara rutin untuk menggunakan fasilitas studio live streaming, harapannya sih, saya dan teman-teman UMKM lain bisa belajar lebih banyak lagi soal pemasaran di internet, agar industri rumahan Pekalongan semakin berkembang ke depannya,” kata dia.

Baca juga : ShopeePay Gencar Kampanye Pembayaran QRIS Untuk Pelaku UMKM

Selain sentra batik, Pekalongan, Jawa Tengah juga memiliki jeans sebagai produk unggulan. Meskipun diproduksi melalui industri UMKM rumahan, nyatanya jeans dari Kota Santri ini memiliki kualitas yang bersaing hingga akhirnya diekspor ke berbagai negara tetangga seperti Malaysia.

Melalui fasilitas pendukung yang ada di Shopee Center Pekalongan, diharapkan seluruh pelaku UMKM di Pekalongan dan sekitarnya mampu meningkatkan kualitas, kapasitas, hingga daya saing, dalam ekosistem digital. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense