BREAKING NEWS
 

Banyak Dilakukan Perusahaan Hingga Tahun Depan

Merger dan IPO Startup Bakal Tangkal Resesi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 10 Agustus 2022 07:30 WIB
Pengamat Indef Nailul Huda. (Foto: Instagram/nailul_huda).

 Sebelumnya 
“Cara kedua ini sudah dilakukan oleh Bukalapak dan GoTo. Grab dan SEA Group (perusahaan induk Shopee) juga sudah IPO. Dengan IPO, perusahaan mendapatkan dana besar untuk bersaing, dan investor mendapatkan potential gain dari harga IPO,” jelas dia.

Adsense

Ke depan, dia lebih melihat akan lebih banyak peluang IPO pada startup sektor keuangan. Ada beberapa penyedia jasa keuangan juga, yang sudah mempunyai kinerja cukup bagus. “Sehingga peluang IPO-nya juga cukup tinggi,” sebut Huda.

Kedua, IPO dari startup sektor logistik. Pasalnya, perkembangan sektor ini cukup pesat akibat meningkatnya belanja online.

“Tapi dari IPO pendidikan saya rasa cukup berat. Terlebih salah satu startup digital pendidikan kita diterjang isu PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal,” katanya.

Baca juga : Hakim Ngaku Terima Suap, MA dan KY Bakal Bertindak

Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) yang juga Managing Partner Gayo Capital, Jefri R Sirait mengatakan, geliat startup di tahun ini bukan hanya pada efisiensi lewat PHK. Juga potensi makin ramainya aksi korporasi lewat merger dan akuisisi.

“Aksi korporasi dua startup sejenis dalam rangka bersatu menjadi lebih kuat. Maupun oleh startup dominan yang mencaplok perusahaan lain, dalam rangka perluasan pangsa pasar atau menambah lini bisnis,” kata Jefri dalam keterangannya, Sabtu (6/8).

Dia menjelaskan, jika perusahaan modal ventura sudah masuk ke suatu startup, tentu akan terus diupayakan dari sisi network, knowledge, advice dan semua alat untuk menjadikan mereka sukses. Termasuk untuk strategic growth, salah satunya lewat merger, akuisisi atau IPO.

“Makanya, tak jarang aksi korporasi yang melibatkan dua startup itu biasanya di bawah naungan modal ventura yang sama,” jelas Jefri.

Baca juga : 5 Pertanyaan Paling Populer Mengenai Tabungan dan Investasi Syariah di Maybank

Terlebih lagi, modal ventura jelas tidak akan tinggal diam membiarkan startup dalam portofolionya menguap begitu saja, ketika melewati periode sulit.

“Sebab modal ventura punya tanggung jawab menjaga startup binaannya tetap bernilai tinggi. Karena ini turut beriringan dengan kepentingan pribadinya, meracik potensi exit strategy terbaik di masa depan,” jelas Jefri.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, tren startup IPO di BEI pada Juni 2022 mengalami kenaikan. Ada sekitar 43 perusahaan yang berencana melakukan IPO.

“Perkiraan dana yang mereka himpun Rp 14,1 triliun dari 43 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham BEI per awal Juni 2022,” katanya di Jakarta, Selasa (7/6).

Baca juga : Garuda Dan PT Pupuk Siap Tangkap Peluang Bisnis

Namun sempat beredar kabar, perusahaan teknologi Tiket. com dan Blibli bakal menyusul melakukan IPO.

Seperti diketahui, keduanya disebut sudah berstatus unicorn atau startup dengan valuasi di atas 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Keduanya juga didukung oleh Grup Djarum. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense