Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Banyak Usaha Rintisan Gugur, John Riady: Startup Harus Punya Prinsip Solutif
Rabu, 29 Juni 2022 06:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banyaknya usaha rintisan yang berguguran saat ini disebabkan krisis telenta dan persaingan pasar tidak sehat, di tengah memburuknya kondisi perekonomian global.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady dalam rilisnya, Selasa (28/6).
“Kebutuhan modal yang besar dalam pengembangan usaha rintisan harus berhadapan dengan inflasi yang cenderung tinggi. Ini membuat berbagai pihak menahan dana. Terlebih lagi, saat ini terjadi gesekan dari kebijakan The Fed yang menyedot arus kapital global,” ungkap John.
John yang juga praktisi modal ventura di bawah Lippo Group ini memiliki riwayat panjang dalam mengembangkan berbagai startup.
Sejak 2015, melalui PT Venturra Capital, John melakukan penetrasi ke dalam ekosistem ekonomi digital.
Baca juga : Rakernas PDIP Cair Dan Guyub, Puan: Partai Harus Solid
Berbagai usaha rintisan dibidani Venturra Capital. Antara lain, Ruang Guru, OVO, Sociola, bahkan unicorn Grab. “Kini masih ada puluhan yang kami kembangkan,” jelas John.
Melihat gejala rontoknya berbagai usaha rintisan, John mengatakan, ini disebabkan berbagai kesalahan persepsi. Paling mendasar, persepsi terkait prospek startup di tengah arus digitalisasi yang semakin meluas.
Persoalannya, pandemi yang telah memicu berbagai terobosan digital, nyatanya tidak menolong momentum startup menjadi lebih besar.
“Artinya apa? Di sini, yang akan bertahan tidak sekadar startup, melainkan startup yang siap dengan model bisnis dan prinsip menghadirkan solusi berkesinambungan bagi persoalan masyarakat,” jelas John.
Dia mengungkapkan empat pilar investasi digital yang digarap Lippo, seperti seed funding, pendanaan startup pre IPO, kemitraan digital dengan entitas global, hingga kolaborasi digital dengan jaringan bisnis konvensional, telah melahirkan ekosistem yang kuat.
Baca juga : Pakar IPB: PMK Bisa Dikendalikan, Masyarakat Harus Jaga Kondisi Tetap Kondusif
John mengaku, pihaknya mendanai berbagai usaha rintisan dari yang sejak awal dilahirkan, startup yang matang dan siap IPO, hingga membangun startup bersama mitra global. Itu semuanya didorong prinsip yang sama,” jelasnya.
“Prinsipnya, startup harus solutif. Memecahkan persoalan masyarakat apa pun bentuknya. Inilah yang akan bertahan,” tegas John.
Persepsi salah kaprah lainnya, katanya, adalah euforia digitalisasi yang tak beralasan. Sebaliknya, berbagai senjata digital tidak akan efektif bila tidak disokong dengan layanan fisik atau konvensional.
Lihat saja di China, berbagai raksasa bisnis digital sebisa mungkin mengakuisisi berbagai perusahaan konvensional yang memiliki jaringan bisnis secara fisik.
“Ini strategi kolaborasi. Istilahnya omnichannel. Dengan mengawinkan layanan digital dan keunggulan jaringan bisnis secara fisik, akan menopang penguatan kinerja. Apalagi, di Indonesia yang sebagian besar aktivitas dan gaya hidup masyarakatnya belum bisa meninggalkan pola konvensional sepenuhnya,” ucap John.
Baca juga : Ratusan Kelurahan Di DKI Belum Punya Pos Damkar
Strategi omnichannel ini pun diterapkan di berbagai jaringan bisnis Lippo Group. Salah satunya, yang kian sukses adalah kerja sama strategis ekosistem GoTo dengan Matahari Putra Prima (MPPA). Kemitraan itu pun telah memetik hasil positif yang digambarkan dengan pertumbuhan pendapatan.
Pada akhirnya, di tengah bergugurannya berbagai usaha rintisan, justru ini momentum seleksi alam bagi ekosistem digital.
“Yang bertahan adalah yang mempunyai kinerja baik, serta prospek yang menjangkau kebutuhan pasar,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya