Dewan Pers

Dark/Light Mode

Masyarakat Diimbau Beralih Ke Daging Kerbau

Daging Sapi Diramal Tembus 180 Ribu/Kg

Jumat, 29 April 2022 07:30 WIB
Pedagang memotong daging di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (20/4/2022). Menurut para pedagang setempat sejak tiga hari terakhir harga daging sapi di pasar tersebut naik dari Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram akibat pasokan yang berkurang. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/tom).
Pedagang memotong daging di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (20/4/2022). Menurut para pedagang setempat sejak tiga hari terakhir harga daging sapi di pasar tersebut naik dari Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram akibat pasokan yang berkurang. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/tom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang Lebaran, harga daging sapi segar terus merangkak naik. Bagi masyarakat yang enggan merogoh dalam koceknya, dianjurkan mengkonsumsi daging kerbau beku sebagai subtitusinya. Selain harganya jauh lebih rendah, stoknya berlimpah.

Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai, ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga daging sapi tetap tinggi meski Pemerintah sudah melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Di antaranya, pasokan dari dalam negeri sedikit. Dan, harga daging dari negara-negara eksportir, sudah mahal.

“Saat saya berdiskusi dengan para asosiasi daging, sangat mungkin, mendekati Lebaran harga daging sapi segar melonjak hingga Rp 180.000 per kilo gram (kg),” ujar Khudori saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Harga Daging Sapi Melonjak, Masyarakat Bisa Pilih Daging Kerbau Beku, Cuma Rp 80 Ribu

Untuk masyarakat yang tidak bisa membeli daging sapi segar, lanjutnya, Pemerintah telah menyediakan daging kerbau beku sebagai alternatif. Sepanjang tahun ini Perum Bulog mendapat penugasan dari Pemerintah, untuk mengimpor daging kerbau beku sebanyak 100 ribu ton.

Khudori menyebutkan kebutuhan daging bulanan rata-rata 8 ribu sampai 10 ribu ton. Sedangkan stok daging kerbau milik Bulog sebanyak 36 ribu ton.

“Artinya, stok daging kerbau banyak. Tidak hanya untuk Lebaran, tetapi juga cukup memenuhi kebutuhan daging hingga Mei dan Juni nanti,” bebernya.

Berita Terkait : PeduliLindungi Dijamin Tidak Melanggar HAM

Khudori meyakini, dengan ketersediaan stok daging kerbau yang mencukupi itu, masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan menikmati santapan yang sama nikmatnya dengan hidangan daging sapi. Apalagi harga daging kerbau beku, lebih murah dan terjangkau. Yaitu sebesar Rp 80 ribu per kg.

Dia menuturkan, keran impor daging kerbau beku mulai dilakukan Pemerintah sejak 2017. Dengan harapan harga daging sapi bisa turun ke level Rp 80 ribu per kg.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.7 Tahun 2020.
 Selanjutnya