BREAKING NEWS
 

B20 Dorong Perusahaan Lebih Peduli Lingkungan

Pelaku Usaha Jangan Cuma Fokus Cari Untung

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Senin, 22 Agustus 2022 06:35 WIB
Dialog B20-G20 antara para menteri negara G20 dan pemangku kebijakan yang membahas rekomendasi kebijakan dari Integrity and Compliance Task Force (I&C TF) telah sukses diselenggarakan. (Foto: B20 Indonesia).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah masalah masih dihadapi negara G20. Mulai dari integritas, korupsi, pelanggan Hak Asasi Manusia (HAM), penipuan pajak, perdagangan gelap, hingga pencucian uang dan pendanaan teroris. Karenanya, kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci penting demi menuntaskan persoalan tersebut.

Sejumlah masalah tersebut mengemuka dalam dialog ber­sama para menteri negara G20 dan pemangku kepentingan global. Acara dialog yang dilak­sanakan secara hybrid itu sukses digelar oleh B20 Integrity and Compliance Task Force (I&C TF), Kamis (18/8).

Hadir dalam acara tersebut, Men­teri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury, Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Ka­din) Indonesia Arsjad Rasyid.

Baca juga : Pejabat Gubernur Dukung Papua Muda Inspiratif

Chair of I&C TF yang juga menjabat Managing Director PT Bank Central Asia, Tbk Haryanto T Budiman mengatakan, saat ini investor global menginvestasikan dananya pada sektor bisnis yang peduli pada aspek keberlanjutan, dan mempunyai dampak lang­sung pada lingkungan, sosial dan tata kelola bersih.

“Artinya, badan usaha tidak hanya bicara soal keuntungan, tapi juga pemenuhan etika so­sial,” tutur Haryanto dalam keterangan resmi B20 Indonesia yang diterima Rakyat Merdeka, kemarin.

Untuk mengatasi persoalan ini, Haryanto mengungkapkan, I&C TF telah merumuskan empat rekomendasi. Pertama, mempromosikan tata kelola berkelanjutan dalam bisnis un­tuk mendukung inisiatif Envi­ronmental, Social and Gover­nance (ESG).

Baca juga : Bamsoet Dorong Perusahaan Swasta Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kedua, mendorong aksi kolek­tif untuk mengurangi risiko in­tegritas. Ketiga, menumbuhkan tindakan perlawanan yang tang­kas untuk memerangi risiko pen­cucian uang/pendanaan teroris.

“Nah, keempat, memperkuat tata kelola untuk mengurangi risiko kejahatan siber yang semakin meningkat,” papar Haryanto.

Shinta Kamdani menjelaskan, forum ini merupakan sarana mengkomunikasikan kembali rekomendasi kebijakan yang sudah dirumuskan B20 I&C TF untuk dibawa ke KTT G20 pada November 2022.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense