Sebelumnya
Donny mencontohkan, para profesional yang bekerja di IKN dalam waktu tertentu akan dibebaskan pajaknya. Selain itu, pihaknya tengah membahas tax holiday selama mungkin.
“Kita sudah usulkan tax holiday 30 tahun. Bila ada kesepakatan, kita akan harmonisasi,” ungkapnya.
Ada juga insentif perpajakan yang diberikan kepada industri yang terlibat dalam program-program pendidikan vokasi atau supertax deduction. Insentif ini ditujukan kepada industri yang memberikan vokasi, infrastruktur, taman dan sebagainya.
Baca juga : Orang Partai, Ganjar Pranowo Potensial Didukung KIB
“Jadi, prinsipnya gotong royong. Modelnya seperti apa, kami akan akomodir baik secara business-to-government, maupun business to business. Total package-nya akan beda di daerah lain,” tegas Donny.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, untuk menarik investor di IKN Nusantara tidak cukup dengan mengobral insentif dan promosi gencar saja.
“Khususnya investor asing, masih wait and see terkait berbagai kepastian di IKN. Seperti berapa banyak nantinya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan direlokasi ke IKN. Ini akan mempengaruhi investasi mereka,” kata Tauhid kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Pengusaha Kudu Tangguh Hadapi Tantangan Global
Menurutnya, meski promosi gencar dan iming-iming insentif dari Pemerintah cukup banyak, jika dalam perhitungan bisnisnya investasi di IKN sulit balik modal dalam jangka waktu cepat, investor pasti berpikir dua kali menanamkan modalnya.
Tauhid mengatakan, sektor swasta nasional diprediksi akan jadi investor yang signifikan di IKN. Mereka lebih pede (percaya diri) menanamkan modalnya di IKN, karena sudah mengetahui pasar Indonesia.
“Terlihat beberapa pengusaha dalam negeri, khususnya di sektor properti sudah ambil bagian berinvestasi di IKN. Mereka berani investasi karena tahu pasar Indonesia seperti apa, dan bisa membaca peluang ke depannya,” tegas Tauhid. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.