Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Victoria Terdampak Banjir Parah, PM Australia Turun Gunung
Minggu, 16 Oktober 2022 10:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini, Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengunjungi wilayah negara bagian Victoria yang terdampak banjir, termasuk Melbourne.
Dalam postingan Instagramnya, PM Albanese memajang foto tengah menyimak paparan lengkap tentang banjir Victoria. Bersama Menteri Layanan Darurat Murray Watt, PM Victoria Daniel Andrews, dan Anggota Parlemen Bendigo Lisa Chesters.
"Saya kagum dengan profesionalisme tim yang mengoordinasikan semuanya. Mulai dari penyelamatan hingga makanan, dan akomodasi darurat. Dana federal sudah mulai didistribusikan, pasukan ADF sudah di lapangan. Pemerintah siap memberikan bantuan apa pun yang kami bisa, untuk masyarakat yang terkena dampak," tulis PM Albanese, pada caption foto tersebut.
Baca juga : BPBD Evakuasi Warga Jakarta Terdampak Banjir Ke Pengungsian
"Terima kasih kepada tim di Pusat Kontrol Insiden Epsom," imbuhnya.
Dibanding New South Wales dan Tasmania, Victoria merupakan negara bagian yang terdampak banjir paling parah. Terutama di Kota Shepparton yang berada di wilayah utara.
Seperti dilansir Reuters, Victoria melaporkan kematian banjir pertama darurat, setelah mayat seorang pria ditemukan di lokasi banjir Rochester, sekitar 200 kilometer arah utara Melbourne, Sabtu (15/10).
Baca juga : Bukti Polri Masuki Paradigma Baru Dan Junjung Tinggi HAM
Pembersihan banjir di Melbourne, saat ini masih terus berlangsung, setelah Sungai Maribyrnong meluap pada Jumat (14/10). Membanjiri pinggiran kota yang dekat dengan kawasan pusat bisnis.
Tembok banjir yang membatasi arena pacuan kuda Flemington yang ikonik di Melbourne, disalahkan banyak pihak karena memperburuk banjir di daerah pemukiman terdekat.
“Saat ini, ada 60 personel Angkatan Pertahanan Australia di lapangan, membantu evakuasi, membantu karung pasir, dan melaksanakan tugas-tugas Angkatan Pertahanan kami,” ucap PM Albanese, seperti dikutip Reuters.
Baca juga : Masih Banyak Praktik Ilegal Dunia Pendidikan, Bongkar!
Di New South Wales, otoritas setempat menerbitkan 71 peringatan pada Minggu (16/10), menyusul banjir di kota-kota pedalaman Forbes, Narrandra dan Moama.
Di Tasmania, 22 peringatan banjir belum dicabut. Mayoritas lokasi banjir ada di dekat Launceston, kota terbesar kedua di negara bagian itu.
Krisis ini terjadi setelah wilayah timur Australia dilanda banjir parah pada awal 2022. Kala itu, Negeri Kanguru mengalami fenomena cuaca La Nina untuk ketiga kali secara berturut-turut, yang berdampak pada peningkatan curah hujan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya