Dark/Light Mode

Investor Yang Tertarik IKN Dimanjain Pemerintah

Pengusaha Tahu Pasar Dan Bisa Baca Peluang

Minggu, 23 Oktober 2022 06:20 WIB
ILUSTRASI. Desain Ibu Kota Negara di Kalimantan. (Foto: Dok. Kementerian PUPR).
ILUSTRASI. Desain Ibu Kota Negara di Kalimantan. (Foto: Dok. Kementerian PUPR).

 Sebelumnya 
Donny mencontohkan, para profesional yang bekerja di IKN dalam waktu tertentu akan dibebaskan pajaknya. Selain itu, pihaknya tengah membahas tax holiday selama mungkin.

“Kita sudah usulkan tax holi­day 30 tahun. Bila ada kesepaka­tan, kita akan harmonisasi,” ungkapnya.

Ada juga insentif perpajakan yang diberikan kepada industri yang terlibat dalam program-program pendidikan vokasi atau supertax deduction. Insentif ini ditujukan kepada industri yang memberikan vokasi, infrastruk­tur, taman dan sebagainya.

Baca juga : Orang Partai, Ganjar Pranowo Potensial Didukung KIB

“Jadi, prinsipnya gotong royong. Modelnya seperti apa, kami akan akomodir baik secara business-to-government, mau­pun business to business. Total package-nya akan beda di daerah lain,” tegas Donny.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ah­mad mengatakan, untuk menarik investor di IKN Nusantara tidak cukup dengan mengobral insen­tif dan promosi gencar saja.

“Khususnya investor asing, masih wait and see terkait ber­bagai kepastian di IKN. Seperti berapa banyak nantinya Apara­tur Sipil Negara (ASN) yang akan direlokasi ke IKN. Ini akan mempengaruhi investasi mereka,” kata Tauhid kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Pengusaha Kudu Tangguh Hadapi Tantangan Global

Menurutnya, meski promosi gencar dan iming-iming in­sentif dari Pemerintah cukup banyak, jika dalam perhitungan bisnisnya investasi di IKN sulit balik modal dalam jangka waktu cepat, investor pasti berpikir dua kali menanamkan modalnya.

Tauhid mengatakan, sektor swasta nasional diprediksi akan jadi investor yang signifikan di IKN. Mereka lebih pede (percaya diri) menanamkan modalnya di IKN, karena sudah mengetahui pasar Indonesia.

“Terlihat beberapa pengusaha dalam negeri, khususnya di sek­tor properti sudah ambil bagian berinvestasi di IKN. Mereka be­rani investasi karena tahu pasar Indonesia seperti apa, dan bisa membaca peluang ke depannya,” tegas Tauhid. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.