BREAKING NEWS
 

Penguatan Ekonomi Desa, Refleksi Implementasi Tujuan SDGs

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 11 November 2022 21:39 WIB
Inagurasi Deepening Desa Brilian (Foto: Unpad)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) adalah konsep pembangunan komitmen global dan nasional. Konsep ini diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat yang berkeadilan berdasarkan tata Kelola yang baik. TPB dapat direfleksikan ke dalam berbagai program. Salah satunya melalui kolaborasi antardunia industri dan perguruan tinggi melaui program inovatif dan implementatif dalam membangun ketahanan ekonomi pedesaan.

Sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2021, dari total 74.957 desa di Indonesia, baru sekitar dari 30 persen yang masuk dalam kategori maju dan mandiri. Berdasarkan kondisi tersebut, BRI berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Pusat Studi Manajemen dan Bisnis (LMFEB) menyelenggarakan Inagurasi Deepening Desa Brilian.

Sejak 2020, Program “Desa BRILIAN” merupakan program inkubasi desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis SDGs atau TPB. Desa yang tergabung dalam program “Desa BRILIAN” diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Harus Dibarengi Pengendalian Harga Pangan

Sampai saat ini, program “Desa BRILIAN” telah diikuti 1.532 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan. Desa Brilian mengembangkan 4 aspek yang terdapat dalam desa. Pertama, BUMDes sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa. Ketiga, Sustainability, tangguh dan secara continue dalam membangun desa. Keempat, Innovation, kreatif dalam menciptakan inovasi. Dengan objek pemberdayaan kepada elemen-elemen kunci yang ada di desa meliputi: Perangkat Desa (Kepala Desa), Pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, Pelaku Usaha Desa, dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Ketua Pusat Studi Manajemen dan Bisnis Unpad Yudi Ahmad Faisal menjelaskan, Inagurasi Deepening Desa Brilian merupakan puncak dari kegiatan pelatihan, dengan 144 desa dari 7 provinsi telah mengikuti pelatihan kurang lebih 2 bulan dan 8 kali kelas online fokus pelatihan pemberdayaan. Deepening Desa Brilian ini membahas enam topik. Yaitu Kepemimpinan Kolaboratif, Penguatan Kelembagaan BUMDes, Digitalisasi, Kewirausahaan, dan Manajemen Keuangan BUMDes/Desa.

Adsense

Dalam kegiatan Inagurasi ini, diumumkan tiga desa peserta terbaik. Juara pertama adalah Desa Jangkang Satu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Juara kedua adalah Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Juara ketiga adalah Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca juga : Bertemu Airlangga, Dubes Australia Sampaikan Dukungan pada KTT G20

Ketiga desa tersebut akan diberikan pendampingan langsung oleh Unpad selama 1 bulan dengan 4 kali pertemuan tatap muka. Pendampingan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masing-masing desa untuk dapat lebih mengembangkan potensi yang ada di desa dan bersama-sama mencari solusi terbaik atas permasalahan-permasalahan dan tantangan-tantangan yang ada di desa.

Dalam kegiatan Inagurasi tersebut, Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof Maman Setiawan menyatakan, pelatihan ekonomi desa diharapkan dapat memberikan kompetensi para pelaku ekonomi desa dan meningkatkan potensi institusi ekonomi desa termasuk BUMDes untuk melayani masyarakat dan berpihak kepada kepentingan desa. Desa diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan komersialisasi produk-produk dan potensi ekonomi desa untuk memberikan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Prodi Magister Keuangan Mikro Terpadu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unpad Asep Mulyana dalam sambutannya menyatakan, kegiatan Capacity Building yang dilakukan oleh LMFEB Unpad, MMKMT, dan BRI dapat membantu meningkatkan kemampuan manajerial para pelaku ekonomi desa untuk dapat memaksimalkan potensi ekonomi desa dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Potret ekonomi desa akan terus berkembang seiring dengan waktu, sehingga kemampuan para pelaku ekonomi desa harus terus ditingkatkan, sehingga desa sebagai urat nadi perekonomin negara dapat terus dijaga.

Baca juga : TGB Sebut Ekonomi Syariah Solusi Ekonomi Kerakyatan

Sedangkan Vice President of Social Entrepreneurship Incubation Division BRI M Taufik Hidayat menyatakan, fokus pelatihan Deepening Desa Brilian adalah topik-topik yang dibutuhkan desa dalam menyongsong tantangan ekonomi kedepan. BRI selain sebagai lembaga intermediasi keuangan, juga memiliki fungsi empowerment kepada pelaku usaha dan desa.

Direktur Program Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Adi Laksono berpendapat, di masa depan, energi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan ekonomi sebuah negara termasuk desa. Implementasi pengembangan energi di desa harus selaras dengan keadilan sosial dan ketahanan ekonomi desa. Hasil-hasil pembangunan harus diarahkan untuk memperkuat energi, ekonomi, dan keadilan sosial. Keadilan sosial harus dirasakan sampai level pemerintahan terkecil yaitu pemerintahan desa.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense