BREAKING NEWS
 

Genjot Investasi & Kolaborasi, SKK Migas Gelar Konvensi Internasional

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 15 November 2022 19:06 WIB
Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman (tengah) dan Chairman Organizing Committee IOG 2022, Mohammad Kemal (kiri) dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (15/11). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Bahkan, proses menuju net zero emission sudah mulai diterapkan oleh pelaku industri migas seperti lapangan Ubadari dan Lapangan Vorwata yang dikelola oleh BP.

Dia menyebut, potensi Indonesia masih menjanjikan bagi para investor. Meski demikian, para pelaku usaha kembali menekankan beberapa isu klasik yang selama ini menjadi perhatian. Di antaranya, perbaikan dalam hal fiskal, kepastian hukum, kualitas data, dan ketersediaan infrastruktur.

“Faktor-faktor tersebut secara signifikan akan meningkatkan daya tarik investasi Indonesia untuk bisnis hulu migas,” ujar Fatar.

Adsense

Pemerintah terus mengupayakan peningkatan investasi di bidang hulu minyak dan gas bumi. Kebijakan yang dilakukan, antara lain menawarkan terms and conditions penawaran wilayah kerja migas yang menarik bagi investor, perbaikan sistem perizinan, serta regulasi lainnya.

Baca juga : Dukung Net Zero Emmision, IATMI Gelar Simposium Ketahanan Energi Nasional

“Kami berharap dengan adanya Konvensi IOG 2022 ini, para pemangku kepentingan di industri migas dapat duduk bersama dan mencari solusi untuk meningkatkan iklim investasi migas ke depan, terutama jelang Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Chairman Organizing Committee IOG 2022, Mohammad Kemal mengatakan, IOG 2022 rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, akan hadir sejumlah pejabat negara. Seperti, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

Kemal menuturkan, ada tiga bagian besar konsep yang akan dibawakan dalam acara IOG 2022. Yakni, Economic Recovery, Energy Security, dan Energy Transition. Hal ini linear dengan program-program pemerintah Indonesia dan target Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Konsep tersebut merupakan kesinambungan dari dua acara IOG sebelumnya. Target Peserta tahun ini adalah sebesar 10.000 peserta online dan 1000 peserta offline. IOG 2022 ini dihadiri lebih dari 120 pembicara nasional dan internasional.

Baca juga : B20 Indonesia: Digitalisasi Dan Kolaborasi Multipihak Dorong Pertumbuhan UMKM

“Seperti OPEC, CEO Petronas dan lain-lain,” ujarnya.

Kemal menyatakan, IOG 2022 menjadi salah satu poros penting bagi industri migas dalam usaha untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD di tahun 2030.

Pasalnya, dalam acara ini, akan hadir para stakeholder dari berbagai institusi dan perusahaan industri migas yang memegang peranan penting dalam menentukan masa depan energi Indonesia.

SKK Migas berharap rangkaian pembahasan dalam rangka meningkatkan produksi migas nasional dan transisi energi yang telah dilakukan oleh berbagai entitas dan asosiasi di sektor hulu migas, akan lebih ditajamkan lagi dalam kegiatan IOG 2022.

Baca juga : Menag Yaqut: Agama Sumber Inspirasi Persoalan Internasional

“Harapannya, di sisa tahun 2022 industri hulu migas sudah menyelesaikan hal-hal yang harus diperbaiki dan menyiapkan peluang 2023 untuk dapat dijalankan lebih baik,” tandas Kemal. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense