BREAKING NEWS
 

Ekonom Bahana TCW: Tantangan Ekonomi Tahun Depan Tak Mudah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 1 Desember 2022 13:17 WIB
Media Brief Macro Economic Outlook Bahana TCW bertajuk Withstanding the Next Crisis. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Strategi 2023

Dalam menghadapi 2023, Danica membeberkan strategi Bahana TCW, agar produk-produk investasi tetap dapat memberikan imbal hasil yang optimal adalah dengan memperkuat penerapan manajemen risiko. Selain itu polemik kebijakan paska Covid dan memanasnya konflik geopolitik, Bahana TCW melihat perlunya penerapan manajemen risiko yang jauh lebih baik dari sebelumnya. 

Bahana TCW menggunakan kombinasi analisa top-down dengan bottom-up sehingga memungkinkan untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal dengan pengelolaan risiko portfolio yang terukur. "Managemen risiko ini kalau kita ibaratkan seperti kaca spion mobil ya. Jadi kalau manager investasi itu perannya sebagai driver atau supir," jelasnya.

Bahana TCW, lanjut Danica, memiliki line up produk yang dapat menjawab tantangan ketidakpastian ekonomi di 2023. Selain itu, Bahana TCW melihat kelas asset obligasi dapat memberikan imbal hasil yang menarik pada 2023. 

Baca juga : BI Ramal Ekonomi RI Tahun Depan Tetap Kuat

Sejalan dengan itu, produk existing Bahana TCW yang juga menjadi flagship fund adalah Asian Bond Fund yang merupakan reksadana index yang mengacu pada “IBOXX ABF Indonesia Index.” Di mana hal tersebut memungkinkan investor untuk dapat membeli seri flagship obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Bahana TCW menilai produk ini dapat memberikan imbal hasil yang optimal pada tahun 2023 sejalan dengan analisa pasar obligasi.

Namun, perlunya diversifikasi investasi menghadapi ketidakpastian ekonomi mutlak diperlukan untuk menjaga imbal hasil investasi tetap optimal. Apalagi, di tengah gejolak ekonomi yang semakin penuh ketidakpastian, terutama terkait nilai tukar Rupiah yang sejak awal tahun (year to date/ytd) hingga awal November 2022 telah melemah sebesar 9,65 persen terhadap Dolar AS, Reksa Dana Pasar Uang dapat menjadi alternatif investasi.

Salah satu produk Reksa Dana Pasar Uang besutan Bahana TCW yang tetap mencatatkan kinerja optimal adalah Reksadana Bahana Liquid USD. Selama 1 tahun terakhir produk ini berhasil mencetak tingkat return sebesar 0,34 persen. Dengan tren suku buna deposito perbankan yang menunjukkan kenaikan, maka dalam satu tahun ke depan, BLU berpotensi untuk dapat mencetak tingkat return sebesar 1-1,30 persen per annum.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Rukmi Proborini mengatakan, Bahana TCW berkomitmen untuk dapat memberikan yang terbaik termasuk dalam upaya untuk terus menghadirkan produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat menjawab segala tantangan yang ada. 

Baca juga : Lucky Bayu Purnomo Raih Gelar Doktor Ekonomi Dengan Predikat Sangat Memuaskan

Selama 2022, Bahana TCW telah meluncurkan enam produk investasi dengan menggandeng sejumlah mitra, diantaranya Reksa Dana Bahana Gebyar Dana Likuid (BGDL) dengan menggandeng Bank BCA, Bahana Himaya Likuid Syariah dengan Bank BSI, serta Bahana Global Healthcare Sharia Equity USD Fund dengan Bank DBS Indonesia dan Bank Standard Chartered Indonesia. 

Sementara pada tahun 2021, Bahana TCW telah meluncurkan 18 produk investasi. Dalam hal distribusi produk, Bahana TCW telah berkolaborasi dengan kurang lebih 15 bank, 16 institusi non-bank dan 20 agen penyalur lainnya. 

"Dalam pengembangannya dan pengelolaan produk investasi, kami selalu menitikberatkan pada risk culture yang ketat dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG)," kata Rukmi. 

Menurut Rukmi, pengembangan produk investasi secara prudent dengan didukung jaringan distribusi yang luas meningkatkan kepercayaan investor untuk menempatkan investasinya pada produk investasi Bahana TCW. 

Baca juga : Presiden Tambah 2 Tahun Dinyalakan La Nyalla

Terbukti, hingga Oktober 2022, Bahana TCW membukukan AUM lebih dari Rp 48 triliun. Besarnya AUM ini menempatkan Bahana TCW pada posisi kedua dalam jajaran manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana terbesar (asset under management/AUM) di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense