BREAKING NEWS
 

Menuju Indonesia 4.0, GeoAI Summit 2022 Tawarkan Teknologi Geospasial

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 9 Desember 2022 13:30 WIB
Country Manager Esri Indonesia Christanto Yanuar. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Di acara GeoAI Summit 2022, dapat dilihat banyak sekali pemanfaatan GeoAI di berbagai industri. Kemampuan mendeteksi objek, menemukan pola dan membuat prediksi, dapat dilihat dan diakses melalui dashboard kapan saja,di mana saja," ujar Christanto.

Bersama BNPB, Esri Indonesia telah mambangun dashboard penanggulangan bencana, untuk mengidentifikasi koordinat yang terkena dampak paling parah untuk menentukan skala prioritas bantuan, seperti pada gempa di Cianjur baru-baru ini.

Adsense

Hadir sebagai keynote speaker Ade komara, dari Badan Informasi Geospasial, yang menekankan pentingnya percepatan penyediaan peta dasar skala besar sebagai infrastruktur utama yang dijadikan dasar atau acuan ketika institusi atau organisasi lain membuat peta-peta tematik sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Baca juga : Ganjar Muda Indonesia Terjun Langsung Salurkan Bantuan Gempa Cianjur

Dalam presentasinya Ade menegaskan untuk mempercepat penyediaan peta dasar skala detail, terdapat tantangan. Perlu dicari teknologi dan metode yang ekonomis, cepat, dan bagus yang memenuhi persyaratan kualitasnya.

“GeoAI merupakan teknologi yang memenuhi ketiga prasyarat tersebut. Berdasarkan kajian kami, otomasi menggunakan AI dapat menghemat lebih dari 79 persen waktu proses pengolahan data dibanding pengolahan secara manual,” ujar Ade.

Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim, Badan Informasi Geospasial. Adapun dari Kementrian PUPR, Nazib Faizal, selaku Kepala Pusdatin menjelaskan, pemanfaatan GeoAI digunakan Kementrian kami untuk mempercepat pengambilan keputusan dan sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan, dengan menggunakan parameter-parameter dan data yang cukup banyak, sehingga masyarakat bisa mendapatkan outcome yang maksimal.

Baca juga : DevFest Indonesia 2022  Digelar di 10 Kota

Nazib mencontohkan salah satu implementasi GeoAI dengan memodelkan tren lalu lintas, deteksi plat nomor kendaraan untuk Multi Lane Free Flow dan analisa tren bencana.

“GeoAI adalah masa depan yang harus segera kita implementasikan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan di Pemerintahan,” tegas Nazib di sela-sela acara GeoAI Summit.

Hal serupa diutarakan juga oleh Prayogi Setyo Pratomo, Kepala Departemen Lalu Lintas dan sekuriti, Astra Tol Cipali di dalam sesi pemaparan teknologi GeoAI.

Baca juga : Menteri Siti Puji Industri Hulu Migas Terapkan Teknologi Rendah Emisi

“Dalam upaya memodernisasi manajemen aset infrastruktur jalan raya nasional, penggunaan CCVT, IoT, machine learning dan perangkat lunak ArcGIS dapat memberikan visualisasi untuk mengevaluasi kondisi trotoar, jembatan, fitur jalan sekaligus memantau perencanaan, pemeliharaan, operasi dan investasj," ujarnya.

Adapun pembicara tamu lainnya, Tri Haryo Sagoro, Head GIS dari Wilmar International Plantation, berbagi kisah dari perkebunan kelapa sawit Wilmar.

“Dengan teknologi GeoAI, kesehatan tanaman dapat dipantau dan dimitigasi. Selain itu, apabila ada infeksi penyakit, pohon kelapa sawit segera dapat ditangani untuk meminimalisir penyebaran yang akan menimbulkan kerugian lebih banyak.” ujar Tri Haryo. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense