RM.id Rakyat Merdeka - PT Hillcon melalui anak usahanya, PT Hillconjaya Sakti memperoleh kepercayaan dari PT Satya Amerta Havenport, yang merupakan perusahaan pengelola pelabuhan dalam kawasan industri Stardust Estate Investment (SEI), untuk mengerjakan proyek infrastruktur nikel di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah.
Adapun nilai kontrak kerja sama yang akan mulai berlaku pada tahun 2023 ini mencapai 123 juta dolar AS. Kolaborasi ini dituangkan melalui penandatanganan Kontrak Pembangunan Pelabuhan antara Hillcon dan PT Satya Amerta Havenport.
Penandatanganan kontrak tersebut telah dilakukan 18 Juli 2022 oleh Direktur Utama Hillcon Hersan Qiu dengan Direktur Utama PT Satya Amerta Havenport dan Direktur Utama PT Gunbuster Nickel Industri Wisma Bharuna.
Dalam sambutannya, Hersan mengatakan, kerja sama ini menegaskan posisi Hillcon sebagai salah satu pemain utama di industri nikel Tanah Air.
Baca juga : Pagi Ini, Rupiah Kembali Lesu Hadapi Dolar AS
Terlebih, Hillcon memiliki potensi pertumbuhan bisnis yang baik seiring posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia.
"Dengan adanya kerja sama ini, kami meyakini dapat mengembangkan bisnis dan meningkatkan kinerja perseroan," kata Hersan, dalam siaran pers, Rabu (14/12).
Kawasan Industri SEI merupakan kawasan industri modern dengan bidang usaha utama di industri nikel yang berada di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah.
Kawasan tersebut memiliki tenant yang akan menempati kawasan tersebut yaitu PT Gunbuster Nickel Industry (1,8 juta ton per tahun ferronikel), PT Nadesico Nickel Industry (1,8 juta ton per tahun ferronikel), dan PT Ideon Nickel Industry Satu (150 ribu ton per tahun ferronikel).
Baca juga : IKN Nusantara Bakal Majukan Infrastruktur Antar Kota Dan Desa
Kawasan Industri SEI yang diprakarsai oleh Jiangsu Delong Group, tercatat sudah membangun empat proyek yang tersebar di Kendari dan Morowali Utara.
Selain di Kabupaten Morowali Utara, Hillcon juga memiliki sejumlah proyek nikel di Provinsi Maluku Utara. Perseroan terlibat dalam dua bidang utama, yakni sebagai mining contractors dan infrastructure expert.
Adapun Maluku Utara tercatat sebagai Provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia pada kuartal III 2022 yakni mencapai 26,94 persen atau hampir 27 persen secara kumulatif. Sedangkan laju inflasi Provinsi Maluku Utara tercatat hanya 3,3 persen.
Angka ini merupakan prestasi yang besar, karena menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat inflasi Indonesia pada Oktober 2022 sebesar 5,71 persen secara tahunan.
Baca juga : Dibocorin Bahlil, Foxconn Groundbreaking Proyek Kendaraan Listrik Tahun Depan
Presiden Joko Widodo mengungkapkan, salah satu penopang utama tingkat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara adalah hilirisasi nikel.
"Dengan adanya hilirisasi nikel, yang diekspor bukan lagi berupa bahan baku melainkan berupa barang jadi, dimana hal ini tentu meningkatkan nilai jual nikel di pasaran," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.