Sebelumnya
“Jujur, hal itu jauh berbeda dengan suasana yang kita alami saat ini. Bisa dikatakan, suasana ekonomi di Eropa cukup mencekam, sehingga dalam konteks itu kita patut bersyukur,” ucap Mahendra.
Dengan kinerja bursa Indonesia yang lebih baik dibanding Eropa, dia optimistis tahun 2023 pasar investasi Tanah Air tetap baik dan lebih bersemangat.
“Hal itu didorong oleh penguatan ekonomi yang terus berlangsung. Tidak akan ada istilah wait and see pada investasi di Indonesia,” katanya, pede.
Baca juga : Bos OJK Pede Pasar Investasi Indonesia Tahun Ini Tetap Baik
Untuk itu, lanjut mantan Wakil Menteri Perdagangan ini, prioritas ke depan, Indonesia harus terus memperkuat perekonomian dan daya tahan yang kuat.
“It’s all about investment, investment, and investment. Siap dan terus kami dorong untuk meraih momentum tersebut,” tuturnya.
Senada, pengamat pasar modal sekaligus Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee mengatakan, pasar saham memiliki potensi menguat pada 2023.
Baca juga : Investor Semakin Terlindungi, Kinerja Pasar Modal Kian Kinclong
Hans mengatakan, perang Rusia-Ukraina dan gangguan pasokan diprediksi masih terjadi pada 2023. Namun Hans yakin, kinerja pasar saham Indonesia cukup positif, meski di awal tahun 2022 masih dibayangi varian Omicron dan perang.
“Kinerja pasar saham Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia secara keseluruhan. Saya memprediksi, puncak kenaikan suku bunga Bank Sentral terjadi kuartal kedua tahun 2023,” kata Hans kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Tak hanya itu, Hans juga memproyeksi, ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,7 persen di tengah resesi global pada 2023. Dia menilai, Indonesia cukup resilien menghadapi resesi tahun 2023.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.