Sebelumnya
Karenanya, pihaknya berterima kasih kepada pihak Jepang atas kolaborasi pembangunan gedung ini. Proyek ini diperkirakan akan memakan waktu pembangunan selama tujuh tahun atau baru selesai pada 2029.
“Kami mendapatkan masukan dari pihak Jepang, Mitsubishi Estate sangat yakin kalau di Jakarta masih sangat menjanjikan. Bahkan, setelah nanti Ibu Kota pindah pun akan tetap jadi kota perekonomian yang sangat besar,” katanya.
Baca juga : Bandara Sentani Jayapura Cetak Pergerakan Kargo Tertinggi di Angkasa Pura I
Demikian pula dilihat dari tren gaya hidup, Kosasih menilai, sektor properti masih cukup menjanjikan. Apalagi didukung dengan perekonomian Indonesia yang masih tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global.
“Tidak mungkin dengan masyarakat yang ekonominya bertumbuh tidak memiliki life style, entertainment dan business central yang tidak terpadu. Karena ekonomi Indonesia tumbuh, makanya Jepang berani berinvestasi di sini,” ungkapnya.
Baca juga : Jangan Kampanye Di Tempat Ibadah!
Lebih lanjut, Kosasih menjelaskan, pihaknya memiliki dua alasan ingin membangun kawasan superblock ini. Yakni, untuk optimalisasi aset dan nilai pengembalian investasi.
Direktur Utama PT Taspen Properti Indonesia (anak usaha TASPEN), Bayu Utomo menambahkan, aset ini cukup lama tidak dioptimalkan penggunaannya. Oleh sebab itu, diputuskan dikembangkan dengan menggandeng investor. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.