BREAKING NEWS
 

Pemanfaatan Biohidrogen Dari POME Industri Sawit Kaltim Sebagai Sumber Energi IKN

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 25 Februari 2023 07:00 WIB

 Sebelumnya 
Konsep Penghasil Energi Bio-hidrogen

Energi hidrogen merupakan energi bersih dengan memanfaatkan limbah POME dari kelapa sawit. Energi hidrogen yang telah didapat kemudian dikonversi menjadi listrik menggunakan fuel cell. Jika ditinjau melalui prosesnya, pada awalnya limbah kelapa sawit yang telah terkumpul diurai dalam kolam limbah dan dibiarkan membusuk secara alami. Proses pembusukan biomassa ini akan menghasilkan biogas dengan kandungan utama (62%) gas methana (CH4). Selanjutnya POME akan difermentasi menjadi biohidrogen (H2) dengan penambahan bakteri melalui proses dark fermentation dalam bioreaktor.

Baca juga : Dorong Daya Saing Industri, Lembaga Sertifikasi Produk Surveyor Indonesia Raih Akreditasi KANĀ 

Proses selanjutnya adalah pengkonversian hidrogen ke listrik melalui proses elektrokimia dalam fuel cell dengan mengkombinasikan hidrogen (H2) dan oksigen (O2). Prinsip kerja fuel cell merupakan kebalikan proses elektrolisis, dimana hidrogen direaksikan dengan oksigen sehingga energi listrik dapat terbentuk.

Analisa Desain dan Alur Kerja Bioreaktor

Baca juga : Bambang Kayun Hadiri Panggilan KPK Sebagai Tersangka

Pada rancangan bioreaktor di atas, komponennya terdiri atas POME, Bioreaktor, Filter CO2, Reaktor CH4, Tabung CO2, Tabung CH4, Tabung H2, dan Fuel Cell. Proses yang digunakan adalah Dark-Fer-mentation, dimana penghasilan hidrogen menggunakan bahan organik, seperti limbah kelapa sawit yang dalam prosesnya dilakukan dengan tanpa cahaya, dengan menggunakan organisme anaerob. Dark-Fermentation dianggap sebagai alternatif yang menjanjikan untuk metode produksi hidrogen yang simpel, karena perkiraan biaya produksi yang rendah. Bakteri penghasil hidrogen yang digunakan adalah clostridium thermocellum, methanobacterium sp dan syntrophomonas sp sebagai bakteri anaerob yang dianggap bakteri paling efisien dalam produksi hidrogen untuk limbah kelapa sawit.

Dalam pemilihan reaktor yang digunakan dipilihlah Continuous stirred tank reactor (CSTR). Reaktor CSTR ini sangat efisien digunakan untuk Dark-Fermentation, tangki diaduk terus menerus pada reaktor biasanya dan sering digunakan untuk produksi biohidrogen karena simpel, murah dan pengoperasian yang mudah. CSTR berarti bejana yang diaduk di mana terus menerus terjadi penambahan dan penghilangan material.

Baca juga : JIEP Siapkan Cold Storage 5000 Ton Di Kawasan Industri Pulogadung

Dalam CSTR, penambahan substrat terus menerus terjadi dan penarikan produk terjadi terus menerus bersama dengan agitasi untuk memberikan pencampuran lengkap dalam reaktor.Bioreaktor bekerja dengan cara memfermentasi limbah POME menjadi biohydrogen dengan adanya penambahan bakteri berupa clostridium ther-mocellum, methanobacterium sp dan sytrophomonas sp melalui proses dark fermentation pada bioreaktor. Substrat limbah yang mengandung asam asetat dan asam butirat hasil proses produksi biohidrogen akan digunakan kembali pada bioreaktor untuk mendapatkan gas metana yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense