Sebelumnya
Alir kerja Pengkonversian Biohidrogen dapat dilihat pada gambar 6.Pada proses fermentasi limbah POME, dilakukan pre-treatment kimiawi menggunakan NaOH 10% yang dipanaskan pada temperatur 80℃ selama1 jam. Hal ini bertujuan untuk mengurangi bakteri agar mendapatkan jumlah hidrogen maksimal. Kemudian dilakukan proses hidrolisis untuk mengubah karbohidrat menjadi biohidrogen pada proses asidifikasi. Adapun reaksi yang terbentuk adalah sebagai berikut:
(CH6H10O5) → H2+CO2 +H2S+C2H4O2+C4H8O2
Reaksi tersebut terjadi dalam bioreaktor dengan suhu 60℃ dan pH 5,5 selama 2 hari. Setelah proses reaksi berlangsung akan dihasilkan gas dari bioreaktor sebesar 61% H2, 85 ppm H2S, gas CO2 dan sisa substrat yang akan diproses menjadi biogas. Gas H2 yang didapatkan dari proses pertama kemudian dilakukan pemurnian untuk menghilangkan sulfur dengan biodesulfurisasi menggunakan tekanan 1 atm dengan bakteri Thioalkalivibrio dan Thioalka-limicrobium. Kemudian dilakukan filtrasi CO2 menggunakan tabung filtrasi.
Filtrasi dilakukan untuk mendapatkan kadar hidrogen 99%. Filter berbahan zeolit dipilih sebagai adsorben karena memiliki daya adsorpsi CO2 yang baik. Setelah didapatkan hidrogen dengan kemurnian 99% kemudian diolah menjadi listrik dengan fuel cell yang akan disalurkan untuk masyarakat.
Baca juga : Bambang Kayun Hadiri Panggilan KPK Sebagai Tersangka
Gambar 3. Skema Penghasil Energi Biohidrogen
Baca juga : JIEP Siapkan Cold Storage 5000 Ton Di Kawasan Industri Pulogadung
Gambar 4. Desain Rancangan Bioreaktor
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.