BREAKING NEWS
 

Hadapi Lonjakan Permintaan Di Bulan Puasa

BUMN Pede Stok & Harga Pangan Aman Terkendali

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 4 Maret 2023 07:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (tengah) bersama Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kiri) dan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo (kanan) melakukan peninjauan di gudang beras Food Station, Cipinang, Jakarta, Jumat (3/2/2023). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stok dan harga pangan pada bulan Ramadan. Langkah tersebut diyakini berjalan efektif untuk menahan laju inflasi.

Kepala Bagian (Kabag) Hu­mas Perum Bulog Tomi Wijaya mengatakan, menjelang puasa, biasanya Pemerintah memberi mandatory atau penugasan kepada Bulog terkait pengadaan sejumlah komoditas pangan.

“Sampai sekarang, mandatory dari Pemerintah baru, beras. Untuk jagung dan kedelai masih dibahas. Nanti juga ada penu­gasan lain, biasanya sih daging,” ujar Tomi saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Mahfud: Saya Yang Bertanggung Jawab

Menurut Tomi, setiap puasa dan Lebaran jumlah konsumsi pangan masyarakat selalu mengalami peningkatan, dibanding­kan hari-hari biasa.

Bulog memastikan, kebutuhan pangan, khususnya beras, masih dalam kondisi aman.

“Untuk beras, stok masih bisa dibilang aman. Apalagi puasa kali ini bertepatan dengan mo­mentum panen raya,” katanya.

Baca juga : Waskita Pede Kinerja Keuangan Bakal Pulih

Berdasarkan laman bulog.co.id, tercatat per 3 Maret 2023, realisasi pengadaan beras baru mencapai 13.269 ton. Kondisi ini, menurutnya, karena saat ini masih belum masuk masa panen raya. Panen padi baru terjadi di beberapa titik wilayah saja.

Ia memastikan, penyerapan akan terus dilakukan guna me­menuhi target yang ditetapkan Pemerintah, khususnya untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 2,4 juta ton sepanjang tahun ini.

“Saat panen, kesempatan kami untuk menyerap beras sebanyak-banyaknya. Semampunya produksi yang ada di dalam negeri, dan sesuai dengan komponen kualitas dan harganya. Jadi ketika di akhir tahun nanti, saat paceklik, stoknya tetap ada,” katanya.

Baca juga : Relawan Puan Kalsel Deklarasikan Dukungan Untuk Puan Maharani

Adapun wilayah yang menjadi sentra produksi beras di antaranya ada di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung (Sumatera Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia menuturkan, selama ini, seiring meningkatnya produksi beras di dalam negeri, harganya akan turun.

Apalagi Pemerintah telah menginstruksikan Bulog agar melaku­kan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dikenal Operasi Pasar (OP) beras sepanjang tahun. Dengan begitu, diharapkan harga beras di tingkat konsumen tetap stabil.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense