RM.id Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stok dan harga pangan pada bulan Ramadan. Langkah tersebut diyakini berjalan efektif untuk menahan laju inflasi.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Perum Bulog Tomi Wijaya mengatakan, menjelang puasa, biasanya Pemerintah memberi mandatory atau penugasan kepada Bulog terkait pengadaan sejumlah komoditas pangan.
“Sampai sekarang, mandatory dari Pemerintah baru, beras. Untuk jagung dan kedelai masih dibahas. Nanti juga ada penugasan lain, biasanya sih daging,” ujar Tomi saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Mahfud: Saya Yang Bertanggung Jawab
Menurut Tomi, setiap puasa dan Lebaran jumlah konsumsi pangan masyarakat selalu mengalami peningkatan, dibandingkan hari-hari biasa.
Bulog memastikan, kebutuhan pangan, khususnya beras, masih dalam kondisi aman.
“Untuk beras, stok masih bisa dibilang aman. Apalagi puasa kali ini bertepatan dengan momentum panen raya,” katanya.
Baca juga : Waskita Pede Kinerja Keuangan Bakal Pulih
Berdasarkan laman bulog.co.id, tercatat per 3 Maret 2023, realisasi pengadaan beras baru mencapai 13.269 ton. Kondisi ini, menurutnya, karena saat ini masih belum masuk masa panen raya. Panen padi baru terjadi di beberapa titik wilayah saja.
Ia memastikan, penyerapan akan terus dilakukan guna memenuhi target yang ditetapkan Pemerintah, khususnya untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 2,4 juta ton sepanjang tahun ini.
“Saat panen, kesempatan kami untuk menyerap beras sebanyak-banyaknya. Semampunya produksi yang ada di dalam negeri, dan sesuai dengan komponen kualitas dan harganya. Jadi ketika di akhir tahun nanti, saat paceklik, stoknya tetap ada,” katanya.
Baca juga : Relawan Puan Kalsel Deklarasikan Dukungan Untuk Puan Maharani
Adapun wilayah yang menjadi sentra produksi beras di antaranya ada di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung (Sumatera Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ia menuturkan, selama ini, seiring meningkatnya produksi beras di dalam negeri, harganya akan turun.
Apalagi Pemerintah telah menginstruksikan Bulog agar melakukan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dikenal Operasi Pasar (OP) beras sepanjang tahun. Dengan begitu, diharapkan harga beras di tingkat konsumen tetap stabil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.