Sebelumnya
“Sekarang, operasi pasar jalan terus. Artinya, tidak hanya di waktu tertentu saja, tapi dibuka sepanjang tahun. Fungsi stabilisasi harga pangan khususnya beras terus berjalan melalui program ini,” tegasnya.
Terpisah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI selaku induk Holding BUMN Pangan (ID Food) meluncurkan produk-produk ritel pangan.
Hal ini disampaikan Direktur Utama Holding Pangan ID Food, Frans Marganda Tambunan. Menurutnya, bahwa peluncuran produk-produk tersebut sebagai kontribusi perseroan dalam menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga, yakni melalui pengembangan produk pangan.
Pihaknya menghadirkan lima produk pangan baru dengan brand Rania. Yakni Rania Garam, Rania Tepung, Rania Gula, Rania Kecap dan Rania Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK).
Baca juga : Mahfud: Saya Yang Bertanggung Jawab
Selain itu, produk beras dengan brand Beras Cap Tiga Warung. Lalu, dua produk garam yakni garam magissa dan garam therapina. Serta produk non pangan ID Food Group, seperti Nushi tissue dan Nushi alcohol swab.
“Pendistribusian produknya disiapkan skala nasional dan tersedia di beberapa e-commerce. Seperti platform Warung Pangan yang dikelola anggota holding PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan e-commerce lainnya,” jelas Frans, melalui siaran pers, Jumat (3/3).
Ia menegaskan, tujuan dari pembentukan BUMN Holding Pangan ID Food, yaitu untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan, yang berkaitan erat dengan ketersediaan, keterjangkauan, kesinambungan dari produk pangan.
Dengan begitu, ke depannya ID Food akan bergerak dalam melaksanakan tugasnya. Yaitu untuk dapat menghasilkan produk-produk yang diproduksi ID Food, produk-produk dari offtaker petani, peternak dan nelayan. Termasuk produk yang dikerjasamakan dengan pihak lain.
Baca juga : Waskita Pede Kinerja Keuangan Bakal Pulih
“Pemerintah memberikan kepercayaan dan meminta ID Food, sebagai BUMN Pangan agar dapat berkontribusi untuk penstabilan stok dan harga pangan,” katanya.
Sementara, Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA), akan menerapkan sejumlah langkah strategis untuk mengendalikan inflasi pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Kepala NFAArief Prasetyo Adi menilai, lonjakan permintaan dan konsumsi pada momen HKBN berpotensi mendorong kenaikan harga pangan, sehingga rentan mempengaruhi upaya pengendalian inflasi.
Sejumlah langkah telah disiapkan dan bahkan beberapa sudah dijalankan, khususnya terkait upaya pengendalian harga beras. “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras menjadi komoditas pangan yang memberikan andil terhadap inflasi Februari 2023,” terang Arief di Jakarta, Kamis (2/3).
Baca juga : Relawan Puan Kalsel Deklarasikan Dukungan Untuk Puan Maharani
Arief menegaskan, pengendalian harga beras menjadi kunci untuk menjaga inflasi pangan jelang HBKN. Upaya mitigasi pengendalian harga beras terus dilakukan.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan langkah mitigasi dan pengendalian harga beras. Di antaranya melalui SPHP beras di tingkat konsumen yang masih berjalan.
“Sampai 1 Maret, Bulog telah menyalurkan sekitar 413 ribu ton beras untuk kegiatan SPHP,” tuturnya.
Selain itu, NFAjuga menjalankan langkah-langkah untuk memastikan penyerapan gabah atau beras oleh Bulog berjalan optimal pada panen raya Maret-April ini. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.