Sebelumnya
Salah satunya didorong dari keberhasilan bank berlogo pita emas ini dalam menurunkan biaya dana atau Cost of Fund (CoF). “Jadi bukan hanya melalui penyaluran kredit dengan biaya atau suku bunga yang tinggi,” tegasnya dalam kesempatan yang sama.
Atas kinerja tersebut, Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengapresiasi kinerja cemerlang Bank Mandiri yang berhasil membukukan laba dan dividen jumbo tahun 2022.
“Dividen yang besar adalah bukti kinerja perusahaan yang tumbuh positif (moncer). Terutama Bank Mandiri yang saat ini fokus digitalisasi pada layanannya dalam menggarap segmen korporasi yang sangat besar,” ujar Paul kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Gelar RUPST, BNI Tebar Dividen Rp 7,32 Triliun
Ia menuturkan, pertumbuhan kinerja bank pelat merah tak bisa dilepaskan dari kebijakan Pemerintah yang melakukan transformasi bisnis Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Di sini bank-bank BUMNmemang diarahkan untuk melakukan spesialisasi pada segmen bisnis tertentu, agar profitnya optimal.
“Hasil dari transformasi tersebut, memperjelas model bisnis bank Himbara. Seperti Bank Mandiri yang didorong untuk lebih fokus pada pembiayaan korporasi dan wholesale,” ucap Paul.
Bahkan tak hanya transformasi bisnis, bank Himbara juga didorong melakukan digitalisasi bisnis. Terutama dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor perbankan masih bisa berjalan karena ditopang oleh digitalisasi.
Baca juga : Gegara Rp 24 Triliun, Barca Mau Obral Pemain
Rombak Komisaris Dan Direksi
RUPST Bank Mandiri melakukan perubahan susunan kepengurusan di jajaran komisaris dan direksi. Pemegang saham memutuskan untuk mengangkat talenta dari lingkungan Bank Mandiri, yakni Eka Fitria sebagai Direktur Treasury & Internasional Banking, menggantikan Panji Irawan yang telah habis masa jabatannya.
Sebelumnya, Eka Fitria menjabat SVP (Senior Vice President) International Banking & Financial Institutions Bank Mandiri.
Baca juga : Setan Merah Mau Tebus Harry Kane Rp 2,8 Triliun
Sementara di jajaran komisaris, pemegang saham sepakat mengangkat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Serta, mantan Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana sebagai Komisaris Independen menggantikan Boedi Armanto.
Darmawan menyakinkan, keputusan penunjukan tersebut diambil pemegang saham setelah melalui pertimbangan yang matang, dan berdasarkan kualifikasi serta pengalaman yang dimiliki.
“Kami yakin, keputusan ini akan menjadikan seluruh jajaran direksi dan komisaris semakin solid, untuk memastikan bahwa Bank Mandiri dapat terus tumbuh dan berkembang,” ucap Darmawan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.