BREAKING NEWS
 

Punya Sumber Daya Berlimpah

Prospek Bisnis PGE Cerah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 30 Maret 2023 07:30 WIB
(Foto: dok. PGE)

 Sebelumnya 
“Saya kira prospek bisnis yang dimiliki PGE cukup baik meskipun high risk dan high capital, tapi prospek bisnis EBT ke depan tinggi dan minat inves­tor tinggi. Jadi prospeknya cerah ke depan,” kata Eddy dalam keterangan, Minggu (26/3).

Adsense

Eddy mengakui, proyek Pem­bangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang digarap PGE, membutuhkan modal besar. Total investasi yang dibutuhkan perusahaan sebesar 1,6 miliar dolar AS (setara Rp 24,2 triliun) dalam lima tahun ke depan atau hingga 2027.

Untuk itu, keputusan peru­sahaan melantai di bursa sa­ham alias Initial Public Offer­ing (IPO) belum lama ini, kata dia, jadi keputusan yang tepat. Sebab, emiten berkode PGEO ini meraup dana jumbo sekitar Rp 9 triliun pada Februari 2023.

Dengan IPO ini, sambung Eddy, sebagian besar untuk modal awal proyek, bisa dilaksanakan. Ting­gal bagaimana PGE dan mitra bisa menjalankannya, baik (mitra) nasional atau swasta asing.

Baca juga : Airlangga Bingung Ekspor Furnitur RI Disalip Thailand

“Melihat tingginya minat EBT, saya kira PGE tidak akan kesulitan dapat partner, sehingga bank akan tertarik membiayai proyek PGE ke depannya,” ujarnya.

Menyoal ini, Corporate Secretary PGE Muhammad Baron menjelaskan, sebagai salah satu pengembang energi panas bumi terbesar di dunia, PGE telah memiliki pengalaman puluhan ta­hun berambisi untuk meningkat­kan kapasitas listrik sebanyak 600 MW dalam 5 tahun ke depan.

Dana yang diperoleh dari IPO dialokasikan untuk pengembangan usaha sebesar 85 persen. Dan sekitar 15 persen akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang. Karena itu dia menggarisbawahi, fundamental keuangan perusahaan kuat untuk menjalankan proyek pengem­bangan listrik EBT.

“Pendanaan dari pasar modal melalui IPO, diharapkan dapat mendukung percepatan pengem­bangan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi,” kata Baron dalam rilisnya, kemarin.

Baca juga : BPDPKS Dukung Pemberdayaan UMKM Melalui Program Bikopra Aspekpir

Salah satu yang telah dilaku­kan adalah rencana penambahan kapasitas terpasang panas bumi sebesar 55 MW di salah satu area operasi PGE di Lumut Balai, Sumatera Selatan, yang ditarget dapat selesai di tahun 2024.

Per September 2022, PGEmemiliki nilai kas dan setara kas sebesar 230 juta dolar AS (Rp 3,49 triliun), yang bertambah sekitar 105 juta dolar AS (Rp 2,27 triliun) dari saldo kas per 31 Desember 2021.

Hal ini menunjukkan PGE mampu mengelola kas secara baik, yang utamanya didapat dari pen­jualan uap dan listrik ke PLN.

Kontrak penjualan uap dan listrik PGE merupakan kontrak yang bersifat jangka panjang dan selalu terbayarkan secara tepat waktu.

Baca juga : Kantongi Rp 17,2 T, Adhi Karya Serah Terima Proyek LRT Bulan Depan

“Dengan tambahan dana se­gar IPO, PGE masih memiliki arus kas yang cukup kuat dan mampu mengatasi kewajiban bayar utang secara tepat waktu,” pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense