Sebelumnya
Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko mengatakan, keduanya menandatangani nota kesepahaman pada Kamis (13/7), sebagai dasar komunikasi, diskusi, serta kajian terkait kerja sama bisnis rendah karbon ini.
Yaitu meliputi pengembangan bisnis Green Hydrogen & Ammonia (Liquid Hydrogen), Biomethane, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), bisnis gas atau LNG (Liquefied Natural Gas) to Power Rendah Karbon, bisnis energi terbarukan.
Baca juga : Mak Ganjar Akselerasi Kemandirian Kaum Ibu Lewat Pelatihan Pembuatan Pizza
“Serta perdagangan karbon kredit,” kata Arief melalui siaran pers, Jumat (14/7).
Ia mencontohkan, salah satu proyek yang akan dikembangkan yakni biomethane, yang memiliki prospek positif di masa depan.
Baca juga : FTUI Meriahkan HUT Ke-59 Dengan Penyerahan Penghargaan Kepada Insan Berprestasi
Menurutnya, biomethane berpotensi menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. Sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan limbah cair minyak kelapa sawit.
Artinya, imbuh Arief, biomethane termasuk sebagai energi dengan bahan baku yang melimpah dan berkelanjutan. “Sehingga dapat diolah dan dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.